
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Bali daratan, sejumlah warga Nusa Penida berinisiatif membeli bensin eceran di wilayah kepulauan tersebut untuk dibawa menyeberang ke Bali daratan. BBM jenis Pertamax itu dibawa menggunakan botol plastik. Namun, upaya tersebut dicegah jajaran Polsek Nusa Penida saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pelabuhan Segitiga Emas, Sampalan, Nusa Penida, Kamis (15/10) pagi.
Petugas kepolisian melarang penumpang membawa BBM dalam botol plastik untuk menyeberang menuju Pelabuhan Kusamba, Klungkung. Larangan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi risiko keselamatan selama perjalanan laut menggunakan speed boat.
Dalam sidak tersebut, petugas mendapati sejumlah warga membawa BBM jenis Pertamax dalam botol plastik. Petugas kemudian melarang BBM tersebut dibawa menyeberang dan menyitanya untuk sementara.
“Bawa apa itu? Bensin ya? Mohon maaf, kami larang membawa bensin nyeberang. Bensinnya kami sita, nanti suruh keluarganya ambil di kantor Polsek depan pelabuhan ya,” ujar salah seorang petugas kepolisian yang berjaga di Pelabuhan Segitiga Emas Sampalan, Kamis (15/10) pagi.
Larangan membawa BBM saat menyeberang tersebut juga telah disampaikan oleh operator pelabuhan kepada para penumpang. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat BBM yang dibawa dalam kemasan botol plastik berpotensi menimbulkan risiko keselamatan selama pelayaran.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan di Pelabuhan Segitiga Emas Sampalan, jumlah penumpang yang hendak menyeberang menuju Bali daratan tampak membludak. Lonjakan penumpang ini terjadi setelah warga Nusa Penida yang sebelumnya melaksanakan persembahyangan atau piodalan Buda Cemeng Kelawu, Rabu (14/10), kembali ke Bali daratan.
Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang, sejumlah operator jasa transportasi laut menambah jumlah perjalanan atau trip speed boat. Penambahan trip dilakukan menyesuaikan dengan kondisi penumpang di pelabuhan.
Speed boat yang telah terisi penuh penumpang langsung diberangkatkan tanpa harus menunggu jadwal keberangkatan berikutnya. Dengan pola tersebut, operator berupaya mempercepat pelayanan sekaligus mengurai kepadatan penumpang yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Kusamba. (Ketut Winata/balipost)










