Antusiasme warga Nusa Penida pulang kampung serangkaian Rahina Buda Cemeng Kelawu lewat Speed Boat The Angkal, di Pelabuhan Kampung Kusamba, Rabu (14/10) siang. (BP/win)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Bali dalam beberapa hari terakhir belum berdampak langsung terhadap operasional penyeberangan speed boat menuju Nusa Penida. Aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Sanur, Denpasar, maupun Pelabuhan Tradisional Kusamba, Klungkung, masih berjalan normal.

Bahkan, jumlah perjalanan atau trip beberapa speed boat ditambah untuk mengakomodasi lonjakan penumpang yang hendak menuju Nusa Penida bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Kelawu yang merupakan piodalan di Pura Dalem Ped. Seperti yang dilakukan Speed Boat The Angkal di Pelabuhan Tradisional Kampung Kusamba.

Baca juga:  Sidak ke Nusa Penida, DPRD Klungkung Temukan Fakta Miris Soal Penegakkan Perda

Pemilik Speed Boat The Angkal, I Wayan Murka, mengatakan hingga Rabu (14/10), kelangkaan BBM belum memengaruhi pasokan bahan bakar untuk operasional speed boat tersebut.

“Sementara belum,” ujarnya saat ditanya mengenai dampak kelangkaan BBM terhadap pasokan bahan bakar speed boat The Angkal, Rabu (14/10).

Bahkan, pihaknya menambah trip yang disesuaikan dengan jumlah calon penumpang. Langkah tersebut untuk mengakomodasi peningkatan mobilitas masyarakat yang hendak menyeberang ke Nusa Penida menjelang dan bertepatan dengan piodalan di Pura Dalem Ped.

Meski demikian, terkait kepastian ketersediaan BBM hingga seluruh rangkaian piodalan selesai, pihaknya belum memperoleh informasi pasti dari manajemen. “Nah ini belum dapat info pasti dari manajemen,” katanya.

Baca juga:  Berkas Perkara Oknum Kepala Sekolah SMKN 1 Klungkung Masuk Tipikor

Wayan Murka mengungkapkan, operasional speed boat tidak ditopang oleh stok BBM untuk beberapa hari ke depan. Bahan bakar yang tersedia umumnya hanya mencukupi kebutuhan operasional harian. Dengan demikian, kelancaran pelayanan penyeberangan selanjutnya masih bergantung pada pasokan BBM yang tersedia.

“Gak punya stok untuk beberapa hari. Palingan untuk sehari saja,” ungkapnya.

Untuk kebutuhan bahan bakar, Wayan Murka menyebut konsumsi BBM operasional penyeberangan menuju Nusa Penida dari Pelabuhan Sanur dan Kusamba mencapai sekitar 4 hingga 5 ton per hari. Besarnya kebutuhan tersebut membuat kepastian pasokan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran layanan, terutama saat jumlah penumpang meningkat.

Baca juga:  Mantan Lurah Meninggal di Bawah Pohon Santen

Berdasarkan pemantauan di Pelabuhan Kampung Kusamba, Rabu (14/10) siang, arus penumpang yang hendak menyeberang menuju Nusa Penida terlihat meningkat. Lonjakan tersebut telah terjadi sejak Selasa (13/10), seiring momentum Rahina Buda Cemeng Kelawu yang bertepatan dengan piodalan di Pura Dalem Ped. Situasi ini diperkirakan akan berlangsung hingga Minggu (18/10) mendatang. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN