Pemberian pemahaman terhadap mitigasi bencana lewat Tagana Masuk Sekolah di SD N 17 Pemecutan, Jumat (2/10). (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial mengajak siswa sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk paham terhadap mitigasi bencana. Upaya ini dilakukan lewat program Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang menyasar sekolah-sekolah di Denpasar.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty saat membuka pelaksanaan Tagana Masuk Sekolah di SMP Widya Sakti Denpasar, Jumat (2/10) mengatakan, mitigasi bencana dengan menyasar SD dan SMP dianggap penting, karena anak-anak sekolah harus memiliki kesiap siagaan saat terjadi bencana. Pada hari yang sama Tagana masuk sekolah juga dilaksanakan di SD 17 Pemecutan.

Tagana masuk sekolah, kata Laxmy, menjadi salah satu langkah penting dalam menanamkan kesadaran bahwa kesiapsiagaan bencana perlu dibangun sejak usia sekolah. Anak-anak tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga diharapkan mampu menjadi lebih sadar dan waspada terhadap risiko bencana. “Kami dari Dinas Sosial berupaya menanamkan mitigasi benacana sejak dini, salah satunya melalui Tagana masuk sekolah,” ujarnya.

Baca juga:  Sekda Gianyar Minta ODTW Laksanakan Mitigasi Bencana

Para peserta juga diperkenalkan pada berbagai langkah dasar dalam menghadapi bencana, mulai dari mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, memahami jalur dan prosedur evakuasi, menjaga ketenangan saat terjadi keadaan darurat, hingga pentingnya mengikuti arahan dari guru, petugas, maupun pihak yang berwenang.

Di samping itu banyak sekolah di Kota Denpasar yang bangunannya berlantai dua, tentunya sangat rawan bagi anak-anak sekolah bila terjadi bencana gempa. “Dengan adanya mitigasi ini kami diharapkan anak-anak tahu bagaimana melakukan penyelamatan saat ada bencana gempa,” ujarnya.

Baca juga:  Perlu Diselidiki, Dugaan Alat "Rapid Test" Rusak

Sementara Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial I Gusti Ketut Sudiatmika yang hadir langsung dalam pelaksanaan Tagana masuk sekolah di SD 17 Pemecutan menyampaikan selain memberikan teori tentang kebencanaan anak-anak SD juga diajari bagaimana menyelamatkan diri saat terjadi bencana gempa.

Menurut Sudiatmika praktek langsung dilapangan akan lebih diingat oleh anak-anak bila terjadi gempa. Terlebih lagi SD 17 Pemecutan bangunannya berlantai dua, akan lebih beresiko bila anak-anak tidak mengerti bagaimana melakukan penyelamatan saat terjadi bencana gempa. Melalui Tagana masuk sekolah anak-anak sekolah diberitahu langkah-langkah penyelamatan dari ruang kelas sampai pada titik kumpul yang aman. Dalam kesempatan tersebut Sudiatmika juga mengajak semua anak-anak sekolah untuk menjaga lingkungan terutama tidak membuang sampah sembarangan. Selain lingkungan kotor akan menimbulkan penyakit dan bila musim penghujan tiba bisa menimbulkan bencana banjir.

Baca juga:  Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Mulai Dijalankan, Gubernur Koster Matur Piuning di Pura Besakih

Kepala Sekola SD 17 Pemecutan, I Gede Gunaharta menyambut baik pelaksanaan Tagana masuk sekolah terlebih bisa menyasar di SD 17 Pemecutan. Pemahaman mitigasi bencana untuk anak-anak sangat penting telebih siswa SD 17 Pemecutan cukup banyak yaitu 363 siswa. “Mitigasi bencana ini sangat penting bagi kami, agar siswa lebih mengerti bagaimana melakukan penyelamatan saat terjadi bencana gempa,”ujarnya. (Widiastuti/balipost)

 

BAGIKAN