TPS 3R Goaji Santhi Nongan. (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Berbagai persoalan dan kendala dihadapi oleh TPS 3R yang ada di Kabupaten Karangasem dalam pengelolaan sampah. Seperti yang dialami oleh TPS 3R Goaji Santhi, Desa Nongan, Kecamatan Rendang. Tempat pengelolaan sampah tersebut saat ini mengalami sejumlah terkendala, mulai dari anggaran, tenaga atau SDM, dan armada.

Ketua pengelola TPS 3R Goaji Santhi Nongan, Dewa Ngakan Made Kelaci Utama saat dikonfirmasi, Kamis (1/10), mengungkapkan, proses pengelolaan sampah sejatinya berjalan cukup baik. Setiap harinya pihaknya bisa mengelola sampah sebanyak satu mobil L300 pickup yang dihasilkan masyarakat.

Hanya saja, dalam pengelolaan sampah ini, pihaknya menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan anggaran atau dana, tenaga atau SDM, serta operasional kendaraan. “Untuk tenaga kami sulit sekali mencarinya, karena untuk pembayaran honor tenaga saat ini masih kecil. Sekarang ini kita hanya memiliki tiga orang tenaga untuk pengelolaan sampah tersebut,” ujarnya.

Baca juga:  Pasar Senggol di Depan MPP Mulai Ditata, Jalannya Mulai 'Hotmix'

Selain itu pihaknya masih terkendala operasional kendaraan untuk mengangkut sampah. Sebab, pihaknya hanya punya satu unit kendaraan untuk mengangkut sampah. Itupun kondisinya sudah tua. “Satu unit armada angkut sampah yang diterima usianya sudah tua dan saat ini dalam kondisi rusak,” katanya.

Untuk menyiasati kendaraan yang rusak, pihaknya terpaksa meminjam kendaraan kepada Bendesa Adat Nongan. “Untungnya dikasih minjam oleh Pak Bendesa sehingga pengangkutan sampah bisa jalan. Kalau tidak, sampah-sampah bisa tak terangkut,” sembari menyatakan, pihak desa sudah mengajukan proposal untuk meminta bantuan kendaraan ke Pemerintah kabupaten Karangasem, tapi belum ada tindak lanjutnya.

Baca juga:  Drainase Sudah Diperbaiki, Jalan Kusumayuda Masih Banjir

Dia menjelaskan, dengan berbagai kendala yang dihadapi saat ini, maka proses pemilahan sampah-sampah yang dihasilkan tersebut tidak bisa berjalan dengan maksimal. “Dengan kondisi ini, jelas pengelolaan menjadi tak maksimal. Meski demikian, kita tetap lakukan pengelolaan dengan semaksimal,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya berencana untuk menaikkan iuran pengangkutan sampah dari masyarakat. Hanya saja, untuk menaikkan iuran angkut sampah itu, pihaknya nantinya akan lebih dulu berkoordinasi dengan warga berapa mereka bisa dan beraninya untuk menaikkan iuran tersebut.

Baca juga:  TPA Sente Ditutup, Sampah Kian Menggunung di TOSS Center Klungkung

“Kami tidak berani mematok berapa, tergantung kesepakatan nantinya berapa mereka sepakat untuk dinaikkan. Karena saat ini iuran per KK sebesar Rp15 ribu dan jumlah itu masih tergolong kecil. Maka dari itu, nanti berencana kita untuk menaikkan iuran itu untuk memenuhi biaya operasional kedepannya,” tandasnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN