
MANGUPURA, BALIPOST.com – Program bus sekolah gratis di Kabupaten Badung belum otomatis berlanjut sebagai layanan permanen. Dinas Perhubungan (Dishub) Badung memilih melakukan evaluasi terlebih dahulu untuk memastikan layanan tersebut benar-benar efektif dan sesuai kebutuhan siswa.
Kepala Dishub Badung, AA Gde Rahmadi bahkan berencana turun langsung mengecek operasional bus sekolah gratis. Ia ingin merasakan sendiri perjalanan bersama siswa, baik saat keberangkatan maupun kepulangan sekolah.
“Baru tadi saya bertanya sama staf saya, bus sekolah itu kapan bisa saya evaluasi. Saya ingin ikut naik, pagi atau sore, untuk melihat bagaimana rasanya dan siapa saja yang dijemput. Saya ingin tahu langsung,” ujar Agung Rahmadi, Minggu (27/9).
Menurutnya, evaluasi lapangan menjadi bagian penting sebelum Pemkab Badung memutuskan keberlanjutan program tersebut. Dishub perlu mengetahui secara langsung pola penjemputan siswa, jumlah pengguna layanan, hingga kondisi perjalanan selama bus beroperasi.
Saat ini, bus sekolah gratis Badung masih berstatus uji coba. Salah satu rute yang telah berjalan melayani perjalanan dari wilayah Darmasaba–Sading menuju SMPN 5 Mengwi.
Agung Rahmadi menegaskan, uji coba tidak cukup hanya dengan melihat bus beroperasi. Dishub juga perlu memastikan layanan tersebut tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi siswa yang menjadi pengguna utama. “Sudah jalan program itu. Bus sekolah itu uji cobanya dari Darmasaba ke SMP 5 dan masih berlangsung sampai saat ini,” katanya.
Kesibukan agenda kedinasan membuat Rahmadi belum sempat ikut langsung dalam perjalanan bus sekolah. Meski demikian, ia telah meminta jajaran terkait melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program tersebut.
Setelah memperoleh kepastian jadwal, Rahmadi akan turun langsung ke lapangan. Ia ingin melihat kondisi layanan dari dekat sebelum memberikan evaluasi terhadap pelaksanaan program.
Langkah tersebut dilakukan agar program bus sekolah gratis tidak sekadar berjalan sebagai program baru, tetapi benar-benar memiliki pola layanan yang efektif dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kita evaluasi dulu supaya jalannya itu kita tahu, biar bisa berjalan dengan baik ke depannya,” katanya. (Parwata/balipost)










