
BANGLI, BALIPOST.com – Karya Agung Madewaseraya kembali digelar di Pura Tuluk Biyu Batur, Kintamani, Sabtu (26/9) bertepatan dengan purnamaning sasih kapat. Ritual besar yang bertujuan memohon keselamatan serta kedamaian alam dan seisinya ini terakhir kali diselenggarakan 20 tahun lalu.
Ketua Panitia Karya Pura Tuluk Biyu Batur, I Wayan Gunawan menjelaskan bahwa rangkaian karya agung Madewasraya diawali dengan ritual bakti pakelem di Gunung Abang dan Danau Batur yang telah dilaksanakan pada Senin (21/9) lalu. Selanjutnya pada Sabtu (26/9), digelar bakti Madewasraya yang didahului dengan ritual mapepada agung. Rangkaian bakti Madewasraya dijadwalkan berlangsung hingga tengah malam.
“Tujuan upacara Madewasraya ini tidak lain adalah memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar jagat beserta seisinya diberikan keselamatan, ketenteraman, dan kedamaian,” ujar Gunawan ditemui di Pura Tuluk Biyu Batur, Sabtu siang.
Ia mengungkapkan, pelaksanaan kembali upacara Madewasraya ini didasari oleh petunjuk dalam Prasasti Pura Tuluk Biyu. Upacara dilaksanakan tatkala kondisi alam dan sosial tengah menghadapi berbagai tantangan dan godaan, seperti banyaknya bencana alam hingga dinamika sosial-politik yang memicu polemik. Menurut Gunawan, upacara ini juga menjadi momentum jeda kosmis, sekaligus media introspeksi dan koreksi diri bagi seluruh lapisan masyarakat.
Lebih lanjut dikatakan bahwa persiapan karya agung ini telah berlangsung selama dua bulan secara gotong royong (ngayah) oleh penyungsung pura dan umat se-dharma. “Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, umat se-dharma, Pepasihan Ida Sesuhunan terutama panyungsung Pura Tuluk Biyu Batur yang sudah dengan lascarya, ikhlas sudah setiap hari ngayah di Pura Tuluk Biyu Batur sejak 2 bulan yang lalu,” kata Gunawan.
Rangkaian upacara Madewasraya lan Pujawali Sasih Kapat di Pura Tuluk Biyu Batur dijadwalkan masineb pada 6 Oktober mendatang melalui prosesi ngaturan bakti mapepranian. Selain prosesi ritual, pada puncak acara kemarin juga dijadwalkan penandatanganan prasasti Pura Tuluk Biyu sebagai Pura Kahyangan Jagat oleh Gubernur Bali, sesuai rekomendasi PHDI Provinsi Bali.
Sementara itu, berdasarkan pantauan, ribuan pamedek hadir memadati area pura. Untuk mengantisipasi keterbatasan ruang dan kemacetan, Gunawan mengatakan, pihak panitia memberlakukan pengalihan arus lalu lintas serta membagi area istirahat warga ke beberapa titik sekitar, termasuk wantilan dan area Pura Ulun Danu Batur dan Pura Kayuselem. (Dayu Swasrina/balipost)










