
NEGARA, BALIPOST.com – Menghadapi gempuran musim kemarau, Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) memperketat pengawasan di wilayah konservasi. Berdasarkan hasil pemetaan terbaru, areal seluas 2.000 hingga 3.000 hektare di dalam kawasan TNBB teridentifikasi memiliki tingkat kerawanan sangat tinggi terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Plt. Kepala Balai TNBB, Adang Bayu Pamungkas, Kamis (24/9), mengatakan, mengeringnya vegetasi di bentang alam savana, pesisir, hingga kawasan pegunungan membuat material hutan sangat mudah terbakar. Area rawan tersebut sebagian besar terkonsentrasi di wilayah yang berbatasan langsung dengan pemukiman penduduk, lahan pertanian warga, serta area Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).
TNBB melakukan pemetaan dan terdapat kurang lebih 2.000 sampai 3.000 hektare kawasan yang berisiko tinggi memicu karhutla. “Titik-titik ini utamanya berada di perimeter perbatasan dengan aktivitas masyarakat,” ujar Adang kepada wartawan.
Sebagai langkah respons cepat, pengelola kawasan menyiagakan armada gabungan yang terdiri dari 30 personel Manggala Agni dan 25 anggota Polisi Kehutanan (Polhut). Kelengkapan sarana pemadam, mulai dari kendaraan tangki slip-on, jet shooter, hingga unit pompa air portabel, disiagakan dalam kondisi siap pakai untuk mengantisipasi potensi munculnya titik api.
Pengawasan intensif di titik-titik rawan juga dimaksimalkan melalui patroli harian berbasis aplikasi SMART Patrol. Kendati demikian, Adang menekankan bahwa mitigasi utama tetap bertumpu pada kesadaran masyarakat di sekitar kawasan, kelompok tani hutan, dan para nelayan. Sebab, faktor kelalaian manusia kerap menjadi pemicu utama terjadinya kebakaran.
Menurutnya upaya pendekatan preventif melalui edukasi warga menjadi salah satu kunci paling krusial. Merujuk pada arahan Kementerian Kehutanan, masyarakat diminta tidak lagi menggunakan metode pembakaran dalam membersihkan atau membuka lahan pertanian, serta menghindari pembuatan perapian sembarangan yang berpotensi merembet ke kawasan konservasi. (Surya Dharma/balipost)










