Personel Yonif TP 882/Hulubalang melakukan pembasahan untuk mencegah api kembali menyala di lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (23/8/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan bahwa pemerintah terus memperkuat upaya pemadaman dan pendinginan area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Satuan Tugas (Satgas) Darat.

Hingga saat ini, lebih dari 65 ribu personel telah diterjunkan untuk Satgas Darat di enam provinsi prioritas, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Personel tersebut merupakan gabungan dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, BPBD, hingga unsur swasta.

BNPB berharap operasi darat tersebut dapat terus bersinergi dengan operasi udara untuk mencegah meluasnya karhutla.

“Kegiatan operasi udara maupun operasi darat terus dioptimalkan untuk mencegah dan mengantisipasi meluasnya Karhutla,” jelas Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Minggu (23/8), dikutip dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Kemenpar Komitmen, Event Pariwisata Minahasa Makin Konsisten

Berdasarkan data BNPB per Minggu (23/8) pukul 16.00 WIB, sebanyak 30.510 personel lintas unsur telah dikerahkan untuk operasi darat di tiga provinsi prioritas di Pulau Kalimantan. Rinciannya, 10.010 personel bertugas di Kalimantan Barat, 10.700 personel di Kalimantan Tengah, dan 9.800 personel di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, di tiga provinsi prioritas di Pulau Sumatera, sebanyak 35.147 personel telah diterjunkan untuk operasi darat yang terdiri atas 17.764 personel di Riau, 5.816 personel di Jambi, dan 11.567 personel di Sumatera Selatan.

Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut, Berton mengatakan bahwa BNPB juga telah menyiapkan berbagai peralatan operasional.

Di Kalimantan Tengah, misalnya, BNPB telah mendukung Satgas dengan 123 unit pompa, lima unit motor trail Karhutla, 133 set alat pelindung diri (APD), 29 unit tangki water storage, serta berbagai peralatan pendukung lainnya.

Baca juga:  Pengembangan Kawasan IKN Padukan Tiga Konsep Perkotaan

Sementara itu, di Kalimantan Selatan, BNPB telah menyalurkan delapan unit pompa, enam rol selang, enam unit motor, tiga unit tenda pengungsi, empat unit water tank portable, 20 set APD Karhutla, enam unit self-contained breathing apparatus (SCBA), 10 unit hidran, serta 10 kartu perdana paket data.

Meski demikian, Berton mengatakan bahwa Satgas Darat masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.

Di Kalimantan Selatan, misalnya, angin kencang membuat api cepat meluas sehingga menyulitkan proses pemadaman. Sementara itu, di Sumatera Selatan, personel masih menghadapi kendala menjangkau titik-titik api yang belum memiliki akses infrastruktur.

Baca juga:  Tarif Layanan di Tanjung Priok Dinaikkan, Ini Rinciannya

Di Kalimantan Tengah, personel juga mengalami kesulitan pemadaman karena sejumlah titik api berada jauh dari sumber air. Kondisi ini membuat personel di lapangan menjalankan inisiatif secara mandiri agar operasi darat berjalan lancar.

“Jadi di Kalimantan Tengah, saat ini tim darat membuat sodet kanal dari Sungai Kahayan sepanjang 1,8 kilometer dengan lebar 4 meter dan dalam 2 meter yang berfungsi untuk mengalirkan sumber air bagi Satgas Darat,” jelasnya.

Karena itu, Berton berharap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dapat terus mendukung operasional personel yang bertugas di lokasi-lokasi karhutla.

“Diharapkan Forkopimda bisa mengoptimalkan dan mendukung sumber daya personel dan alat peralatan perangkat untuk penguatan Satgas Darat. (kmb/balipost)

BAGIKAN