
AMLAPURA, BALIPOST.com – Proses revitalisasi atau perbaikan gedung sekolah SD maupun SMP sudan mulai dilakukan Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam hal ini Disdikpora Karangasem. Dalam proses pembangunan tersebut, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata atau Gus Par menekankan pembangunan gedung agar sesuai dengan perencanaan.
Sebelumnya, Bupati Gus Par meninjau langsung proses revitalisasi di SD Negeri 3 Rendang, SMP Negeri 2 Rendang, serta SMP Negeri Satu Atap Besakih. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung progres pekerjaan di lapangan sekaligus memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Bantuan revitalisasi bersumber dari APBN tahun anggaran 2026 melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Untuk SD Negeri 3 Rendang, nilai bantuan tercatat sebesar Rp885,81 juta dengan waktu pelaksanaan proyek 150 hari kalender, terhitung 1 Juli hingga 27 November 2026.
Sementara, SMP Negeri 2 Rendang memperoleh bantuan sebesar Rp1,29 miliar dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender, Agustus hingga November 2026. Sedangkan SMP Negeri Satu Atap Besakih mendapatkan bantuan sebesar Rp495 juta, dengan pelaksanaan selama 120 hari kalender, mulai 3 Agustus hingga 30 November 2026. Secara keseluruhan, tiga sekolah tersebut mendapat dukungan revitalisasi dengan nilai mencapai Rp2,68 miliar.
Gus Par mengatakan, pembangunan sarana pendidikan menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam memastikan anak-anak mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak. “Pembangunan sekolah tidak semata-mata berbicara mengenai fisik bangunan. Lebih dari itu, revitalisasi menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang belajar yang lebih baik bagi anak-anak Karangasem,” ujarnya.
Menurut Gus Par, monitoring secara langsung menjadi penting agar pembangunan yang bersumber dari anggaran pemerintah benar-benar memberikan manfaat dan dapat dirasakan oleh para siswa maupun tenaga pendidik. “Yang kita bangun bukan hanya gedungnya, tetapi juga kenyamanan tempat anak-anak kita belajar dan menyiapkan masa depannya,” katanya. (Eka Parananda/balipost)










