DP3AP2KB Kabupaten Gianyar menggelar Pelatihan Manajemen Kasus dan Penanganan Kekerasan pada Anak. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Gianyar menggelar pelatihan Manajemen Kasus dan Penanganan Kekerasan pada Anak Rabu (23/9) di Hotel Gianyar. Langkah ini diambil guna memperkuat pencegahan serta penanganan kekerasan terhadap anak, khususnya di lingkungan satuan pendidikan.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari tersebut menyasar para orangtua murid SMP dan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMP se-Kabupaten Gianyar. Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber ahli, yakni PS. Kanit 2 Subdit IV Ditreskrimum Polda Bali I Ketut Edi Susila, S.H., serta psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Bali Nena Mawar Sari, S.Psi., Psikolog., Cht.

Baca juga:  Bank BPD Bali Gelar Gathering dan Capacity Building Apex BPR

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Gianyar, Ni Ketut Widiastuti, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara orang tua, guru, dan para pemangku kepentingan terkait. Menurutnya, masalah kekerasan terhadap anak menyerupai fenomena gunung es yang butuh penanganan serius sejak dini.

“Kekerasan itu seperti gunung es. Yang terlihat mungkin hanya sebagian, sementara masih ada kasus yang tidak terlihat atau tidak dilaporkan. Kita tidak mungkin berharap kasus menjadi nol, tetapi bagaimana kita bisa mencegah dan menekan kasus sekecil mungkin,” ujar Widiastuti.

Baca juga:  IDAI Keluarkan Rekomendasi Pemberian Vaksin Covid-19 Kepada Anak dan Remaja

Ia membeberkan, sepanjang tahun 2025 lalu tercatat sebanyak 30 kasus di wilayahnya, dengan 23 kasus di antaranya menimpa anak-anak. Angka tersebut menjadi alarm penting bagi Pemkab Gianyar untuk semakin memperketat strategi preventif dan edukasi pola asuh.

Widiastuti menegaskan bahwa peran orang tua dan guru sangat krusial sebagai garda terdepan penanganan awal di lapangan. Sinergi antara pihak sekolah, keluarga, masyarakat, dan UPTD DP3AP2KB diharapkan mampu mempercepat proses penanganan serta pendampingan bagi anak yang membutuhkan perlindungan.

Baca juga:  Terjadi "Dispute," Garuda Indonesia Cabut Logo di Sriwijaya Air

“Harapan kami, kegiatan ini dapat membantu kami dalam pencegahan kekerasan terhadap anak. Dengan adanya pemahaman yang sama antara orang tua dan guru, kita bisa lebih cepat melakukan pencegahan maupun penanganan ketika menemukan permasalahan,” pungkasnya. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN