
SINGARAJA, BALIPOST.com – Peran ayah dalam pengasuhan anak dinilai semakin penting di tengah perkembangan era digital. Orangtua didorong tidak hanya memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga membangun komunikasi dan interaksi yang hangat di lingkungan keluarga. Hal ini menjadi perhatian Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB) Buleleng.
Upaya tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Sangkepan Bape Cager yang diikuti perangkat desa se-Buleleng secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (18/9). Kegiatan ini digelar untuk mendorong para ayah lebih aktif hadir dalam kehidupan anak, terutama dalam membangun pola asuh yang interaktif dan hangat.
Kepala Dinas PMDPPKB Buleleng, Made Supartawan, mengatakan kesibukan orangtua dalam bekerja kerap membuat waktu bersama keluarga menjadi terbatas. Kondisi tersebut perlu disikapi dengan membangun kembali komunikasi antara orangtua dan anak ketika berada di rumah.
Menurut Supartawan, kehadiran ayah tidak semata-mata diukur dari pemenuhan kebutuhan materi. Waktu untuk berinteraksi, mendengarkan cerita anak, serta mendampingi aktivitas mereka juga menjadi bagian penting dalam pengasuhan.
“Kesibukan orangtua bekerja dan kelelahan ketika sampai di rumah terkadang menjadi salah satu penyebab berkurangnya waktu bersama keluarga. Karena itu, penting dilakukan sosialisasi untuk meningkatkan peran ayah agar mampu hadir di era digital dan menyeimbangkan waktu antara bekerja dan bersama keluarga,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, PMDPPKB Buleleng menghadirkan praktisi psikolog sekaligus edukator keluarga, Tasya Yumika, yang merupakan pimpinan sekolah PKBM Kesetaraan Insan Mulia Utama. Materi yang diberikan diharapkan dapat menambah pemahaman para peserta mengenai pola asuh dan pentingnya keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak.
Supartawan juga meminta seluruh peserta tidak berhenti pada pemahaman yang diperoleh selama sosialisasi. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat di desa masing-masing.
Ia menilai, salah satu tantangan pengasuhan saat ini adalah tingginya ketertarikan anak terhadap gadget. Karena itu, orangtua, khususnya ayah, perlu mengambil peran lebih aktif dengan menyediakan waktu untuk berinteraksi bersama anak, baik di rumah maupun di luar rumah.
“Anak diharapkan tidak menjadikan gadget sebagai satu-satunya pilihan untuk mengisi waktu. Kehadiran orangtua dalam aktivitas sehari-hari juga diharapkan dapat memperkuat kedekatan emosional sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik antara anak dan keluarga,”jelasnya. (Yudha/balipost)










