
SINGARAJA, BALIPOST.com – Ketua Dekranasda Bali, Ny. Putri Suastini Koster mengajak anak-anak di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, kembali membiasakan diri menyanyikan lagu nasional dan lagu daerah. Ajakan ini disampaikan untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan nilai nasionalisme sejak usia dini.
Pesan tersebut disampaikan Putri Koster saat di Desa Sudaji pada Minggu (20/9). Di sela-sela kegiatan, ia secara spontan naik ke panggung setelah melihat sejumlah anak sekolah dasar dari Desa Sudaji dan Desa Suwug menyanyikan lagu populer yang mengangkat tema percintaan orang dewasa.
Putri Koster kemudian mengajak anak-anak mengganti lagu tersebut dengan lagu yang sesuai dengan usia mereka. Anak-anak pun ditantang menyanyikan sejumlah lagu nasional maupun lagu daerah, baik secara individu maupun berkelompok.
Suasana semakin meriah ketika Putri Koster turut bernyanyi dan berjoget bersama anak-anak. Salah satu lagu yang dibawakan yakni “Merah Putih” ciptaan Gede Dharna, musisi asal Sukasada, Buleleng. Anak-anak yang mampu menyanyikan lagu dengan benar dan penuh semangat juga mendapat saweran berupa bekal sekolah dari Putri Koster.
Usai kegiatan, Putri Koster mengatakan, pembiasaan menyanyikan lagu nasional dan lagu daerah penting dilakukan untuk menanamkan jiwa nasionalisme kepada generasi muda. Menurutnya, nilai nasionalisme perlu terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
“Lagu-lagu nasional itu untuk menanamkan jiwa nasionalisme pada anak-anak. Jiwa nasionalisme itu seperti benang merah. Harus nyambung terus,” kata Putri Koster.
Ia menyoroti kondisi anak-anak saat ini yang dinilai lebih akrab dengan lagu-lagu populer dibandingkan lagu nasional. Bahkan, menurutnya, masih ada anak yang tidak mengenal lagu nasional seperti “Garuda Pancasila.”
Karena itu, Putri Koster mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membiasakan anak mengenal lagu-lagu yang sesuai dengan usianya. Menurut dia, pengenalan lagu nasional dan daerah tidak harus diwujudkan dalam bentuk mata pelajaran khusus di sekolah.
Kebiasaan tersebut, kata dia, dapat dibangun melalui kegiatan sederhana dalam keseharian. Misalnya, menyanyikan lagu nasional maupun lagu daerah sebelum atau setelah proses belajar mengajar. “Tidak harus kurikulum yang serius. Rajin saja dinyanyikan di setiap kesempatan,” ujarnya.
Putri Koster juga menekankan peran keluarga dalam meneruskan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi berikutnya. Orang tua dinilai tidak perlu menunggu adanya program khusus untuk mengenalkan lagu nasional dan lagu daerah kepada anak. “Pembiasaan yang dilakukan secara konsisten di lingkungan keluarga maupun sekolah dapat membantu anak semakin mengenal lagu-lagu nasional dan daerah sekaligus memahami nilai yang terkandung di dalamnya,” imbuhnya. (Yudha/balipost)










