
MANGUPURA, BALIPOST.com – Kapolri Jenderal, Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., membuka secara resmi Association of Women Police (IAWP) Training Conference ke-63 yang digelar di Hotel The Westin, Nusa Dua, Bali, Minggu (20/9). Forum yang diikuti perwakilan kepolisian dari 43 negara ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 20 hingga 24 September 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menekankan pentingnya peningkatan kapasitas polwan, baik dalam pengembangan karier maupun pelaksanaan tugas kepolisian. Menurutnya, forum IAWP dapat menjadi wadah strategis untuk bertukar informasi, pengalaman, sekaligus memperkuat kerja sama antarpolisi wanita dari berbagai negara.
“International Association of Women Police (IAWP) Training Conference diikuti 43 negara. Melalui kegiatan yang sangat positif ini kita berharap dapat saling bertukar informasi, pengalaman, dan semangat untuk meningkatkan kesetaraan gender di lingkungan kepolisian,” ungkap Kapolri.
Ia menegaskan, penguatan kapasitas polwan diperlukan agar mampu menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian yang terus berkembang. Karena itu, forum internasional tersebut diharapkan dapat mendorong polwan menjadi semakin profesional, adaptif, dan responsif dalam menjalankan tugas.
Konferensi IAWP ke-63 sekaligus menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi global antar kepolisian wanita di seluruh dunia, khususnya dalam membangun kesetaraan gender dan meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.
Dalam pembukaan konferensi tersebut, Kapolri Listyo Sigit didampingi sejumlah tokoh penting, di antaranya President IAWP, Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Asuh Polwan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Gubernur Bali, Kadivhubinter Polri, serta Direktur Tindak Pidana Perempuan dan Anak dan Pidana Perdagangan Orang (Dir PPA-PPO) Bareskrim Polri.
Forum yang berlangsung selama lima hari di Bali ini diharapkan menjadi ruang pertukaran pengalaman dan praktik kepolisian, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama Polwan lintas negara dalam menghadapi tantangan kepolisian ke depan. (Sugiadnyana/denpost)










