Kegiatan Gerakan Tanam (Gertam) PMAAS di Subak Tuali, Banjar Payangandesa, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com- Pemerintah Kabupaten Gianyar terus berupaya mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan efisien. Salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan demonstrasi plot (demplot) Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PMAAS) yang diterapkan di sejumlah subak di wilayah Kabupaten Gianyar.

Penerapan sistem pertanian modern ini menjadi sarana percontohan sekaligus tempat belajar bagi para petani untuk melihat secara langsung tata kelola budidaya berbasis teknologi presisi. Melalui pendekatan yang terukur, PMAAS diproyeksikan mampu mendongkrak produktivitas panen hingga mencapai 10 ton per hektare, jauh lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.

Baca juga:  Dampingi Kakao, Kelapa Genjah Siap Menjadi Komoditi Pertanian Unggulan Jembrana

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Gianyar, Ni Made Yuliani Putri, seizin Plt. Kepala Dinas Pertanian Gianyar, Wayan Suarta, Senin (14/9) menyampaikan keunggulan utama PMAAS terletak pada efisiensi pengelolaan lahan dan potensi hasil panen yang optimal jika teknologi diterapkan sesuai karakteristik lahan setempat.

Langkah percepatan penerapan teknologi tersebut salah satunya direalisasikan melalui kegiatan Gerakan Tanam (Gertam) PMAAS di Subak Tuali, Banjar Payangandesa, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Kamis (10/9).

Pada tahap uji tanam awal di Subak Tuali, metode PMAAS diterapkan di atas lahan seluas 30 are menggunakan bibit padi varietas Cakrabuana. Penggunaan mekanisasi dan integrasi data presisi dalam sistem ini diharapkan mampu menjawab tantangan efisiensi waktu serta tenaga kerja di lapangan.

Baca juga:  Padi di Subak Bebau Diserang Tungro, Panen Anjlok

Kegiatan gertam di Payangan tersebut turut dihadiri oleh Kepala BBRMP Provinsi Bali Hiros F. Sinaga, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Bali I Dewa Gede Agus Pardana, perwakilan penyuluh pertanian provinsi dan kabupaten, Koordinator BPP serta PPL Kecamatan Payangan dan Tegallalang, Perbekel Melinggih I Made Diptayana, hingga para ketua kelompok tani se-Desa Melinggih.

Sinergi di lapangan juga diperkuat dengan keterlibatan TNI-Polri. Babinsa Desa Melinggih Koramil 1616-07/Payangan Koptu I Made Aspirawan bersama Bhabinkamtibmas Aipda I Wayan Darma turun langsung ke sawah untuk mengawal dan mengamankan keberlangsungan kegiatan tersebut. Pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen aparat teritorial dalam mendukung program ketahanan pangan daerah.

Baca juga:  Susun Road Map Pelestarian, Kemenbud Gelar Temu Budaya Subak di Unud

Melalui uji coba di Subak Tuali ini, Pemkab Gianyar berharap penerapan teknologi PMAAS dapat memberikan hasil yang terukur sehingga dapat direplikasi dan dikembangkan lebih luas di kawasan pertanian lainnya di Gianyar. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN