Mahasiswa FIB Unud mengajar siswa SD saat pelaksanaan Magang Berdampak di Serangan, Denpasar. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) menggandeng Bali Turtle Island Development (BTID) untuk menghadirkan magang berdampak di dua sekolah dasar negeri (SDN) di Serangan.

Sebanyak 11 mahasiswa Unud telah memulai kegiatan mengajar di SDN 2 dan 3 Serangan. Mereka mengajar 2 mata pelajaran sesuai dengan jurusan di perkuliahan, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Bali. Kegiatan magang dilakukan selama kurang lebih 4 bulan, terhitung dari Agustus hingga November 2026.

Menurut Dosen Pembimbing Universitas Udayana, Alit Ida, inisiatif ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi kampus. ”Program magang ini sangat bagus dan bermanfaat, tidak hanya bagi mahasiswa tetapi juga bagi universitas. Dari interaksi mahasiswa dengan pihak kawasan dan sekolah, kami mendapatkan umpan balik langsung dari pengguna (user). Hal ini sangat berharga bagi proses akreditasi dan perbaikan kurikulum kami ke depannya agar semakin relevan dengan kebutuhan industri,” jelasnya, Jumat (11/9).

Baca juga:  Viral! Laut Serangan Kembali Dipasangi Pagar Pelampung

Sementara itu, perwakilan mahasiswa FIB Unud, Ni Putu Risty Sedani dan Taqiyya Firzanah, mengaku bersyukur dan mendapatkan pengalaman lewat mengajar.

“Awalnya saya tidak pernah terpikirkan untuk mencoba mengajar di sekolah dasar. Nah, bersyukur sekali ada magang mengajar dari BTID, sehingga kita dapat pengalaman. Hal ini juga membantu guru yang ada di sini ya,” tutur Risti.

Kepala Departemen Komunikasi BTID, Zefri Alfaruqy, menyatakan bahwa sinergi lintas institusi ini adalah wujud kepedulian kawasan terhadap ekosistem pendidikan agar tercipta pemerataan. ”Kami berharap kehadiran kakak-kakak mahasiswa ini bisa menjadi inspirasi dan semangat motivasi belajar yang baru bagi anak-anak di SDN 2 dan SDN 3 Serangan, sekaligus juga tentunya menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk mengasah keterampilan profesional mereka secara nyata di lapangan,” jelas Zefri.

Baca juga:  Hizbullah Pimpin OJK Bali dan Nusa Tenggara

Zefri mengutarakan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Nota Kesepahaman (MoU) antara BTID dengan Universitas Udayana. MoU tersebut secara resmi menyepakati kerja sama di bidang penelitian, pendidikan, pelatihan, dan peningkatan sumber daya manusia. Masa berlaku kesepakatan kelembagaan ini ditetapkan berlaku selama 3 tahun sejak 2024.

Dampak positif dari sinergi ini dirasakan oleh pihak sekolah yang sebelumnya kekurangan tenaga pengajar khusus. Perwakilan guru SDN 2 Serangan, Sentanu, mengungkapkan rasa syukurnya atas program ini.

Baca juga:  Unud Kukuhkan 4 Guru Besar Tetap, Ini Mereka

“Kami sangat-sangat merasa terbantu. Kebetulan di sekolah ini tidak ada guru khusus lulusan Sastra Inggris maupun Bahasa Bali, sehingga guru kelas harus merangkap sejumlah mata pelajaran. Bantuan mahasiswa ini tidak hanya meringankan beban kami, tetapi juga membawa ilmu dan kesegaran baru yang membuat anak-anak sangat excited belajar,” ungkapnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN