
NEGARA, BALIPOST.com – Musibah kecelakaan laut dialami perahu fiber di wilayah perairan Kabupaten Jembrana. Sampan fiber bernama “Rahayu” dilaporkan pecah dan karam usai menghantam batang kayu yang mengapung di perairan Pantai Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Rabu (9/9) sore.
Akibat insiden tersebut, I Gusti Putu Sugiarta (38), nelayan asal Desa Cupel, Kecamatan Negara, dilaporkan hilang diduga tenggelam terseret arus.
Informasi yang dihimpun, musibah ini bermula saat korban bersama dua rekannya dalam perjalanan pulang seusai memancing. Sampan fiber berwarna putih yang dinahkodai oleh Neri Muhtakim (32) bersama Samsul Hadi (36) dan korban Sugiarta, melintas di wilayah Takat Deken pada titik koordinat -8°30’02.6″S 114°43’26.3″E sekitar pukul 17.00 WITA.
Saat melaju di pertengahan perairan Pulukan, perahu tanpa sengaja menabrak sebatang kayu hingga lambungnya pecah dan langsung tenggelam. Ketiga awak perahu sempat berupaya menyelamatkan diri dengan terombang-ambing memegangi puing-puing pecahan fiber. Sekitar 30 menit kemudian, sebuah perahu nelayan asal Pengambengan yang kebetulan melintas dapat mengevakuasi Neri dan Samsul. Namun nahas bagi I Gusti Putu Sugiarta. Saat perahu hancur, ia bertahan dengan memeluk pecahan katir (cadik perahu) dan terpisah dari dua rekannya sebelum akhirnya hilang ditelan ombak.
Dua nelayan yang selamat sejatinya sempat berupaya mencari keberadaan korban di sekitar lokasi, namun tidak membuahkan hasil. Lantaran tak kunjung ditemukan, musibah ini baru dilaporkan secara resmi kepada pihak berwajib pada Kamis (10/9) pagi.
Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, Kamis (10/9) membenarkan adanya laporan kecelakaan laut yang melibatkan tiga nelayan.
“Sesuai laporan, ada tiga orang yang mengalami laka laut kemarin. Dua orang berhasil diselamatkan oleh nelayan yang melintas, namun satu orang masih belum ditemukan. Pascadialaporkan, Tim SAR Gabungan langsung melakukan pencarian, namun hasilnya masih nihil. Semoga korban bisa segera ditemukan,” jelas AKP Suparta.
Sementara itu, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan, mengatakan tim gabungan diterjunkan melakukan penyisiran sesaat setelah laporan diterima. Operasi SAR difokuskan menyisir perairan pesisir mulai dari kawasan Gilimanuk hingga Pengambengan.
“Kita lakukan pencarian dari Gilimanuk sampai Pengambengan, namun hingga kini masih belum ada hasil. Selama proses penyisiran di tengah laut, kami juga terkendala cuaca buruk berupa angin kencang di perairan,” terangnya. Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian terhadap korban masih terus berlangsung. (Surya Dharma/balipost)










