Warga menunggu panggilan untuk pemeriksaan di poliklinik anak RSUD Wangaya, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bali mencatat pendapatan jasa rumah sakit (RS) menopang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di Bali yang mengalami kontraksi pada semester I 2026.

Kepala Kanwil DJPb Bali Supendi di Denpasar, Bali, Senin (31/8), menjelaskan pendapatan jasa rumah sakit di Bali menyumbang pendapatan tertinggi untuk PNBP badan layanan umum (BLU) menembus Rp702,7 miliar.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, capaian itu baru 47,68 persen dari total target untuk 2026 mencapai Rp1,47 triliun.

Baca juga:  Putus Mata Rantai COVID-19, Naker Migran yang Pulang Harus Dikarantina

Sedangkan, realisasi PBNP BLU dari jasa pelayanan pendidikan mencapai Rp364,6 miliar atau 50,21 persen dari target Rp726,1 miliar.

Kemudian, PNBP BLU dari pendapatan hasil kerja sama lembaga/badan usaha mencapai Rp16 miliar atau 35,30 persen dari target Rp45,4 miliar.

Adapun realisasi sementara untuk PNBP BLU di Bali mencapai Rp1,1 triliun atau naik 22,34 persen dibandingkan periode sama 2025 mencapai Rp912 miliar.

Sedangkan, PNBP lainnya mengalami penurunan sebesar 21,53 persen yaitu mencapai Rp1 triliun dibandingkan periode sama 2025 mencapai Rp1,29 triliun.

Baca juga:  DJPb Gandeng "Payment Gateway" Jadi Agen Bayar Pajak dan PNBP

Sementara itu, PNBP Lainnya yang berkontribusi besar ada tiga sektor yaitu pendapatan visa mencapai Rp405 miliar atau baru 28 persen dari target Rp1,44 triliun.

Kemudian, ada pendapatan izin keimigrasian dan izin masuk kembali sebesar Rp136,5 miliar dan pendapatan pelayanan pertanahan mencapai Rp65 miliar.

“Sehingga, apabila diakumulasi realisasi PNBP selama semester satu 2026 di Bali itu kontraksi 3,38 persen,” imbuh Supendi.

Baca juga:  Bangli Tambah Dua Kasus Positif Covid-19

Kontraksi tersebut juga terkonfirmasi dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali yang mencatat penurunan kunjungan wisatawan asing di Bali semester I 2026 sebesar 2,42 persen yaitu mencapai 3,20 juta atau turun dibandingkan periode sama 2025 mencapai 3,28 juta. (kmb/balipost)

BAGIKAN