Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr. Made Padma Puspita. (BP/par)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Ketersediaan layanan kesehatan di Kabupaten Badung terus menunjukkan perkembangan signifikan. Dinas Kesehatan Kabupaten Badung mencatat, saat ini terdapat sekitar 14 rumah sakit yang tersebar di berbagai wilayah, terdiri dari fasilitas milik pemerintah dan swasta.

Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr. Made Padma Puspita, menjelaskan bahwa dari total tersebut, tiga di antaranya merupakan rumah sakit milik pemerintah daerah, baik yang sudah beroperasi maupun yang masih dalam proses perizinan.

“Kalau rumah sakit milik pemerintah daerah saat ini ada tiga. Namun jika ditambah dengan rumah sakit swasta, jumlahnya sekitar 11 unit, sehingga totalnya kurang lebih mencapai 14 rumah sakit di Badung,” jelas Padma Puspita, Minggu (19/4).

Baca juga:  Pentas Musik dan Seni Disabilitas di Gianyar untuk Meningkatkan Inklusi

Menurutnya, keberadaan rumah sakit ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Terlebih, Badung sebagai destinasi pariwisata internasional memiliki mobilitas penduduk dan wisatawan yang tinggi.

“Terlebih, pertumbuhan penduduk dan aktivitas pariwisata di Badung menuntut ketersediaan layanan kesehatan yang memadai,” katanya.

Selain rumah sakit umum, Badung juga memiliki fasilitas layanan kesehatan khusus seperti Rumah Sakit Pendidikan Tinggi Negeri (RSPTN) yang semakin melengkapi sistem pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

Ke depan, pemerintah daerah bersama pihak swasta masih merencanakan pengembangan fasilitas kesehatan baru. Langkah ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat. “Harapannya tentu semua fasilitas ini bisa memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat Badung,” katanya.

Baca juga:  Bupati Suwirta Berharap Organisasi Wanita Berperan Aktif Jaga Kesehatan dan Kebersihan Masyarakat

Padma Puspita juga menegaskan bahwa kehadiran rumah sakit swasta bukanlah ancaman, melainkan pendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan. Saat disinggung terkait keberadaan RS swasta seperti Hermina, ia menilai hal tersebut justru menjadi motivasi bagi rumah sakit pemerintah.

“Nggak dong. Jadi, kita harapannya, kalau saya yang ditanya, saya kan duduk untuk masyarakat Badung. Jadi, masyarakat Badung mendapat pelayanan yang terbaik (di bidang) kesehatan, itu yang kita dukung,” jelasnya.

Ia menambahkan, kehadiran rumah sakit swasta harus dijadikan pijakan untuk meningkatkan standar layanan, khususnya di rumah sakit milik pemerintah seperti RSD Mangusada.

“Jadi dengan adanya kompetitor, ya dia (RS Pemerintah) harus berpikir memberikan layanan yang terbaik. Jadi punya standar tersendirilah dia. Dalam artian, sebut saja Rumah Sakit Hermina, dia punya standar nasional yang baguslah, Mangusada (RSUD) harus lebih bagus loh. Jangan menekan orang untuk berusaha, nggak bisa gitu,” tegasnya.

Baca juga:  Pukul Satpam, Warga Australia Ditangkap

Padma juga menekankan pentingnya persaingan sehat demi kepentingan masyarakat. “Jadi bersainglah dengan sehat. Dampaknya ke mana? Ke masyarakat Badung, ya. Jadi masyarakat Badung itu akan memilih layanan yang terbaik di mana,” katanya.

Ia memastikan, pemerintah akan terus mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan agar masyarakat benar-benar mendapatkan pelayanan yang optimal. “Saya selaku Kepala Dinas akan mendukung itu untuk tujuannya adalah bagaimana masyarakat Badung mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik,” pungkasnya.(Parwata/balipost)

BAGIKAN