Kepala BRIDA Gianyar, I Ketut Sedana.(BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Badan Riset Daerah (BRIDA) yang bekerja sama dengan LPPM Universitas Udayana secara resmi merilis hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap kinerja pemerintah daerah. Berdasarkan data terbaru, IKM Gianyar mencatatkan kenaikan menjadi 73,08 poin, meningkat 0,97 poin dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 72,11 poin.

Kepala BRIDA Gianyar, I Ketut Sedana, Kamis (9/4), mengungkapkan bahwa survei ini melibatkan 400 responden yang tersebar di tujuh kecamatan di seluruh Kabupaten Gianyar. Penelitian ini menyasar sembilan indikator utama, mulai dari kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga penanganan sampah dan pelayanan disabilitas.

Baca juga:  Masih Rendah, Masyarakat Manfaatkan JKN Mobile untuk Daftar ke RSUD Bangli

Ketut Sedana merinci sejumlah sektor yang mendapatkan skor kepuasan tertinggi dari masyarakat, di antaranya ketersediaan kebutuhan pokok (Sembako), program biaya kesehatan gratis, penataan Kota Gianyar dan pembangunan fasilitas publik (Pasar dan Rumah Sakit), kualitas tenaga kesehatan serta tenaga kependidikan, penyediaan sarana transportasi siswa gratis.

“Yang membanggakan, sebanyak 80,8% responden menyatakan puas dengan kinerja Bupati Gianyar. Beliau dinilai sangat responsif terhadap persoalan di lapangan dan aktif hadir di tengah-tengah masyarakat,” jelas Ketut Sedana.

Selain itu, sebanyak 90,3% responden memberikan penilaian “Sangat Baik” untuk pelayanan umum dan birokrasi. Meski tren kepuasan meningkat, survei ini juga memotret sejumlah catatan penting yang perlu segera ditindaklanjuti.

Baca juga:  Ancaman Pidana Bila Masyarakat Langgar Kegiatan Karantina Kesehatan

Di sektor kesehatan, baru sekitar 50% warga yang mengetahui adanya program kesehatan gratis, sehingga diperlukan sinergi antar-instansi untuk memperluas jangkauan informasi.

Selain itu, tingkat kunjungan ke Perpustakaan Daerah terpantau masih rendah, yakni hanya 6,8%. Di sisi literasi digital, meskipun 60% warga sudah mampu memverifikasi berita di media sosial, masih ditemukan 7,8% masyarakat yang terpapar informasi hoaks.
Responden juga menyoroti beberapa permasalahan utama yang masih dirasakan, seperti kerusakan infrastruktur jalan, ancaman bencana banjir dan tanah longsor, optimalisasi pengelolaan sampah, fluktuasi harga kebutuhan pokok, sulitnya ketersediaan lapangan kerja.

Baca juga:  Tingkatkan Anggaran Desa Untuk Sejahterakan Masyarakat

Guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di masa mendatang, BRIDA dan LPPM Universitas Udayana memberikan empat rekomendasi strategis bagi Pemkab Gianyar.
Peningkatan Kualitas SDM, meningkatkan kompetensi serta kemampuan komunikasi aparatur pemerintahan. Digitalisasi Sistem Pengaduan, membenahi platform digital untuk mempercepat respon terhadap keluhan masyarakat.

Efisiensi Birokrasi, menyederhanakan alur pelayanan untuk memangkas waktu tunggu masyarakat. Penguatan Monitoring dan Evaluasi, menetapkan indikator kinerja yang ketat serta penerapan sistem reward and punishment bagi pegawai.(Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN