Seorang anak mencuci tangannya usai bermain di taman bermain anak Lapangan Puputan Badung, Denpasar. Disiplin menerapkan protokol kesehatan merupakan upaya yang efektif untuk mencegah penyebaran flu. (BP/eka)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Belakangan ini telah merebak isu flu jenis Influenza Influenza A atau yang dikenal sebagai “super flu”. Guna mencegah flu tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem menghimbau kepada seluruh masyarakat supaya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama, pada Rabu (7/1), mengungkapkan, kalau pihaknya terus melakukan pemantauan melalui sistem surveilans kewaspadaan dini dan respons cepat di seluruh fasilitas kesehatan terkait flu tersebut.

“Kami memantau kondisi kesehatan masyarakat melalui sistem surveilans. Gejala seperti batuk dan pilek terus diawasi, namun sampai saat ini angkanya masih normal, rata-rata hanya satu hingga dua kasus dan tidak ada peningkatan signifikan,” ujar Pertama.

Baca juga:  Masyarakat Diimbau Giatkan Pemilahan Sampah

Pertama mengatakan, dari hasil pemantauan yang dilakukan, tidak ditemukan kasus ISPA yang berkembang hingga memerlukan perawatan di rumah sakit. Hal ini menunjukkan tidak adanya komplikasi berat seperti pneumonia atau infeksi paru-paru. “Tidak ada pasien yang sampai dirawat di rumah sakit. Artinya, tidak sampai ke komplikasi pneumonia,” katanya.

Menurut Pertama, pemeriksaan lanjutan melalui uji laboratorium akan dilakukan jika ditemukan gejala yang mengarah ke kondisi berat. Untuk pemeriksaan laboratorium khusus, sampel akan dirujuk ke Surabaya. “Kalau di puskesmas, pasien dipantau sekitar tiga hari. Jika tidak ada perbaikan atau muncul gejala berat, langsung kami imbau untuk dirujuk ke RSUD,” jelasnya.

Baca juga:  Sepanjang 2020, Ini Instansi Terbanyak Diadukan Masyarakat

Terkait isu super flu H3N2, dr. Putra Pertama menegaskan, jika virus tersebut merupakan salah satu varian Influenza A dengan penularan yang relatif cepat, terutama di musim hujan. Gejalanya serupa flu pada umumnya, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan demam. Pada penderita dengan penyakit penyerta, risiko komplikasi seperti pneumonia bisa meningkat.

“Penularannya melalui droplet atau percikan batuk dan bersin. Karena itu, antisipasinya dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” imbuhnya.

Baca juga:  Survei LSI: Masyarakat Berharap Ada Transformasi Struktur Pemerintahan

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang, selama disiplin menerapkan PHBS, seperti menggunakan masker saat sakit, rajin mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga daya tahan tubuh.

Dia menjelaskan, sampai saat ini di Karangasem tidak ada peningkatan kasus ISPA maupun pneumonia. Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, yang penting tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN