Foto udara kawasan pemukiman Seberang Ilir yang tertutup kabut asap di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (23/8/2026). Berdasarkan citra satelit Himawari-9 yang dipantau BMKG pada Minggu (23/8) pukul 10:00 WIB, terdeteksi terjadi sebaran asap di wilayah Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selata, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah dan Papua Selatan akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di daerah tersebut. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan operasi pemadaman dan pendinginan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus dilakukan di enam provinsi yang terdampak.

Enam provinsi tersebut, yakni Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Penanganan dilakukan melalui operasi darat dan udara untuk mencegah api kembali muncul dan meluas.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan operasi darat saat ini difokuskan pada wilayah yang masih ditemukan titik api maupun asap.

“BNPB dengan tim gabungannya telah menyampaikan beberapa hal, ada dua cara yang dilakukan yaitu operasi darat maupun operasi udara,” ujar Berton, Selasa (25/8) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Di Sumatera Selatan, operasi darat dilakukan di sejumlah kabupaten dan wilayah, di antaranya Ogan Ilir, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu, Muara Enim, dan Palembang.

Sejumlah titik di Ogan Ilir, Lubuklinggau, Prabumulih, serta Ogan Komering Ulu Selatan telah dinyatakan padam dan terkendali. Namun, pemadaman dan pendinginan masih diperlukan di Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin.

Baca juga:  Ratusan Kilogram Sampah Dibersihkan di Sekitar TNBB

BNPB mencatat terdapat 1.517 hotspot di Sumatera Selatan dengan indikasi luas lahan terbakar mencapai lebih dari 1.926 hektare. Jarak pandang di wilayah tersebut sekitar 7 kilometer.

Sementara itu, di Riau, operasi darat dilakukan di sejumlah wilayah, antara lain Rokan Hulu, Siak, Pekanbaru, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Api dan asap juga masih ditemukan di sejumlah kawasan gambut di Pelalawan, Bengkalis, Kampar, Indragiri Hulu, serta Indragiri Hilir.

“Kemudian masih ditemukan beberapa api maupun asap di kawasan-kawasan gambut,” imbuh Berton.

Di Riau, BNPB mendeteksi 447 hotspot dengan indikasi luas lahan terbakar mencapai lebih dari 15.736 hektare. Jarak pandang di wilayah tersebut sekitar 3,5 kilometer.

Berton mengatakan sejumlah wilayah di Riau mulai diguyur hujan. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi titik panas sekaligus meningkatkan kelembapan lahan.

“Semoga di tempat lain di Riau ataupun di provinsi yang lain juga terjadi hujan dan ini tentu akan bisa mengurangi hotspot,” katanya.

Di Jambi, penanganan serius masih dilakukan di Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Sarolangun, Merangin, dan Bungo. Meski demikian, sejumlah wilayah seperti Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Batanghari, dan Tebo telah dinyatakan padam.

Baca juga:  72 Tersangka Ditetapkan dalam Karhutla di 9 Provinsi

BNPB mencatat terdapat 253 hotspot di Jambi dengan indikasi luas lahan terbakar lebih dari 379 hektare. Jarak pandang di wilayah tersebut sekitar 1 kilometer.

Di Kalimantan Barat, operasi pemadaman, pendinginan, dan pengecekan lapangan juga masih dilakukan. BNPB menemukan sejumlah lokasi yang sebelumnya telah dipadamkan, tetapi masih mengeluarkan api maupun asap.

Penanganan dilakukan di Landak, Mempawah, Ketapang, Bengkayang, Kapuas Hulu, Sintang, Sanggau, Kubu Raya, Singkawang, dan Pontianak.

Jumlah hotspot tertinggi di antara enam provinsi yang dipantau tercatat di Kalimantan Barat, yakni mencapai 1.836 titik. Luas lahan yang terbakar diindikasikan mencapai lebih dari 36.310 hektare, dengan jarak pandang sekitar 2,5 kilometer.

Sementara itu, di Kalimantan Tengah, tim tidak hanya melakukan pemadaman dan pendinginan, tetapi juga berupaya membatasi penjalaran api agar tidak meluas ke wilayah lain.

“Dan kondisi yang saat ini belum padam, ada di Tumbang Nusa, Tunjang Tanjung Taruna, Pulang Pisau, di beberapa desa tentu di Kapuas, dan Katingan, dan Kota Waringin Timur,” terangnya.

Baca juga:  XL Raih Indonesia CSR Award 2017

Di wilayah tersebut terdapat 1.396 hotspot dengan indikasi luas lahan terbakar sekitar 7.634 hektare. Jarak pandang tercatat normal, yakni lebih dari 10 kilometer.

Adapun di Kalimantan Selatan, terdapat sembilan wilayah yang menjadi fokus pemadaman, antara lain Kertak Hanyar, Banjarbaru, Tapin, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut, Barito Kuala, Kotabaru, dan Balangan.

Di Kalimantan Selatan, BNPB mencatat 473 hotspot dengan indikasi luas lahan terbakar mencapai lebih dari 8.019 hektare. Jarak pandang masih normal, yakni di atas 10 kilometer.

Selain operasi darat, BNPB juga mengerahkan kekuatan udara untuk mendukung penanganan karhutla.

Berton mengatakan sebanyak 52 armada udara telah dikerahkan dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Sebanyak 15 armada digunakan untuk patroli, sedangkan 37 armada digunakan untuk operasi water bombing.

“Di 52 ini ada 30 di Kalimantan, dan 22 ada di Sumatera,” pungkasnya. (kmb/balipost)

BAGIKAN