
DENPASAR, BALIPOST.com – Layanan Bus Trans Metro Dewata (TMD) menunjukkan tren peningkatan jumlah penumpang sepanjang 2026. Dinas Perhubungan (Dishub) Bali mencatat jumlah penumpang harian mulai membaik setelah sempat mengalami penurunan pada Februari dan Maret akibat tingginya curah hujan.
Kepala Dishub Bali, I Kadek Mudarta, mengatakan perkembangan jumlah penumpang TMD tahun ini secara umum lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut semakin terlihat sejak April hingga Agustus 2026.
“Mulai April sampai Mei, Juli, Agustus itu sudah membaik. Terutama mulai Juli dan sampai jalan Agustus itu sudah di atas 5.000 per hari,” ujar Mudarta, Minggu (23/8).
Menurutnya, peningkatan tidak hanya terlihat dari jumlah penumpang secara keseluruhan, tetapi juga dari produktivitas armada. Indikatornya terlihat dari semakin banyaknya penumpang yang diangkut oleh setiap bus yang beroperasi setiap hari.
Dishub Bali juga melihat adanya perubahan positif dari sisi kualitatif. Respons masyarakat terhadap keberadaan dan pelayanan TMD dinilai semakin baik, termasuk apresiasi yang muncul melalui berbagai kanal media dan sumber informasi daring.
Mudarta mengatakan Dishub Bali belum memiliki hasil survei khusus mengenai komposisi penumpang TMD berdasarkan profesi maupun tujuan perjalanan. Namun, pola pergerakan penumpang yang ramai pada pagi dan sore hari memberikan indikasi bahwa layanan tersebut banyak dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas bekerja.
“Kalau kita melihat pola jumlah penumpangnya yang ramai itu pagi dan sore, jadi itu mewakili ciri khas dari layanan komuter, jadi layanan untuk orang bekerja,” jelasnya.
Sementara itu, wisatawan mancanegara juga tercatat menggunakan TMD, meskipun jumlahnya belum dominan. Wisatawan asing umumnya memanfaatkan layanan yang memiliki akses menuju kawasan strategis seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai maupun Ubud.
“Yang wisatawan asing itu paling yang naik ke airport atau koridor-koridor tertentu. Yang ke airport atau yang ke Ubud, tapi jumlahnya memang tidak terlalu banyak,” ujar Mudarta.
Seiring dengan peningkatan kinerja layanan, Dishub Bali juga telah mengusulkan anggaran operasional TMD untuk 2027. Nilai yang diusulkan sekitar Rp58 miliar atau lebih, meningkat dibandingkan anggaran 2026 yang berada di kisaran Rp56 miliar.
Mudarta menjelaskan kenaikan kebutuhan anggaran salah satunya untuk mengantisipasi peningkatan biaya tenaga kerja, termasuk kenaikan upah minimum setiap tahun.
“Untuk tahun depan Rp58 miliar untuk TMD saja. Tahun ini kurang lebih Rp56 miliar sekian,” katanya.
Skema pembiayaan TMD ke depan masih diarahkan melalui pola kolaborasi, mengingat layanan tersebut melintasi empat wilayah, yakni Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita).
Dari sisi armada, Mudarta memastikan jumlah bus TMD yang siap digunakan pada 2027 masih sebanyak 75 unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 69 bus beroperasi setiap hari, sementara armada lainnya disiapkan sebagai cadangan.
“Untuk tahun depan masih total ada 75 bus siap guna operasi. Yang beroperasi atau siap operasi setiap hari itu 69,” jelasnya.
Terkait rencana penambahan bus listrik, Mudarta mengatakan armada listrik memang akan bertambah. Namun, penambahan tersebut berada di bawah layanan atau merek Sarbagita, bukan dalam skema TMD.
Perbedaan tersebut berkaitan dengan skema kepemilikan aset. Armada TMD menggunakan pola pembelian layanan sehingga bus menjadi bagian dari aset operator, sedangkan armada bus listrik Sarbagita menggunakan skema aset pemerintah.
“Kalau TMD ini kan pembelian layanan, jadi asetnya, pemiliknya adalah operator,” pungkas Mudarta. (Ketut Winata/balipost)










