Normalisasi Bendungan Telaga Tunjung. (BP/ist)

SINGASANA, BALIPOST.com – Balai Wilayah Sungai (BWS) mulai melakukan normalisasi Bendungan Telaga Tunjung di Kecamatan Kerambitan, Tabanan, sejak Senin (17/8), dengan mengerahkan dua alat berat untuk mengeruk sekitar 50.000 meter kubik sedimen secara bertahap, namun pekerjaan masih terkendala kondisi air yang baru surut 10-15 persen.

Petugas Operasi dan Pemeliharaan Bendungan Telaga Tunjung, I Wayan Eka Sudarsana mengatakan, tahap awal normalisasi difokuskan pada pengumpulan material tanah di sisi bendungan. Pengerukan kemudian dilakukan dari bagian tepi menuju tengah secara bertahap.

“Senin sudah mulai normalisasi. Tanah-tanah masih dikumpulkan di sisi bendungan. Kami mulai keruk dari sisi dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter, kemudian baru bergerak ke tengah secara estafet,” ujar Eka saat dikonfirmasi, Jumat (21/8).

Baca juga:  Uji Coba Kereta Tanpa Rel di IKN Dilakukan Dua Bulan Lagi

Menurutnya, kondisi tampungan yang belum sepenuhnya surut membuat pengerukan belum dapat dilakukan secara maksimal. Volume air saat ini baru berkurang sekitar 10-15 persen sehingga alat berat masih bekerja secara bertahap.

Selain kondisi air, pekerjaan juga terkendala pada pintu pengeluaran bendungan. Material tanah hasil pengerukan diduga masuk ke bagian tersebut sehingga menyebabkan volume air kembali meningkat. Perbaikan pintu pengeluaran kini tengah dilakukan.

Baca juga:  Pengunjung Keluhkan Sampah Berserakan di Objek Wisata Penelokan

Eka menyebutkan, sedimen yang harus ditangani diperkirakan mencapai 50.000 meter kubik. Dengan volume tersebut, normalisasi membutuhkan waktu cukup panjang dan sangat bergantung pada kondisi cuaca serta situasi di lapangan.

Pekerjaan ditargetkan berlangsung hingga Desember 2026. Namun, apabila seluruh sedimen harus diangkat, proses normalisasi berpotensi berlangsung hingga satu tahun. “Pengerjaan dilakukan bertahap dan secara swakelola oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) karena keterbatasan anggaran,” imbuhnya.

Normalisasi tersebut dilakukan untuk mengurangi sedimentasi yang selama ini mengurangi kapasitas tampungan Bendungan Telaga Tunjung. Dengan pengerukan, kapasitas tampungan diharapkan kembali optimal sehingga fungsi bendungan dalam penyediaan air dan pengelolaan sumber daya air di wilayah Tabanan dapat terjaga.

Baca juga:  Mayat Perempuan Tersangkut di Bendungan Telaga Tunjung

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri bersama Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya, pada Kamis (20/8). BPBD Tabanan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lapangan, khususnya terkait dampak kegiatan tersebut terhadap ketersediaan air dan lingkungan sekitar. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN