Bupati didampingi Wakil Bupati Buleleng membuka penggalan donasi di panggung Bulfest 2026.(BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng membuka penggalangan donasi untuk membantu saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak musibah gempa. Penggalangan bantuan akan dibuka secepat mungkin.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dikonfirmasi, Jumat (21/8), mengatakan bantuan ditargetkan sudah dapat diserahkan kepada pihak yang membutuhkan pada pekan depan. Sutjidra menjelaskan, bantuan yang dihimpun nantinya lebih diarahkan dalam bentuk uang.

Menurutnya, bantuan berupa dana akan lebih mudah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan yang benar-benar diperlukan masyarakat terdampak di NTT. “Mungkin besok, secepatnya,” ujar Sutjidra.

Baca juga:  Pesawat Jatuh di China, Seratusan Penumpang Belum Diketahui Nasibnya

Penggalangan donasi akan dibuka bagi pegawai Pemkab Buleleng maupun masyarakat yang ingin berpartisipasi. Dana yang terkumpul nantinya dihimpun melalui satu rekening sebelum diserahkan secara resmi.

“Pegawai dan masyarakat kalau ada yang mau memberikan donasinya. Jadi kita open,” katanya.

Terkait kemungkinan mengarahkan keuntungan Buleleng Festival (Bulfest) untuk bantuan NTT, Sutjidra menegaskan kegiatan tersebut tidak berorientasi pada keuntungan. Bahkan, penggunaan APBD untuk pelaksanaan Bulfest disebut sangat minim.

Baca juga:  Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa

Sementara itu, sumbangan dari para tenant Bulfest tetap dimungkinkan, namun pemerintah tidak dapat mewajibkan mereka untuk memberikan donasi.

“Kalau keuntungan mungkin sumbangan dari tenan-tenan itu maksudnya. Tapi kan kita juga enggak bisa mewajibkan mereka,” ujarnya.

Sutjidra mengatakan penggalangan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan gotong royong antarsesama. Terlebih, masyarakat NTT tengah menghadapi musibah dan membutuhkan dukungan.

“Sesama ada musibah, kita harus gotong royong saling membantu,” tegasnya.

Langkah Buleleng tersebut dilakukan di tengah menguatnya solidaritas antarprovinsi di kawasan Sunda Kecil. Sehari sebelumnya, Kamis (20/8), Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bertemu dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Posko Utama Penanganan Gempa di Labuan Bajo.

Baca juga:  Masuk Daerah Rawan, BNPB Gelar Simulasi Gempabumi dan Tsunami di Tanjung Benoa

Ketiganya meninjau kondisi masyarakat terdampak sekaligus memastikan penanganan dan penyaluran bantuan berjalan. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama regional Bali, NTB dan NTT dalam menghadapi bencana. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN