Lokasi gempa susulan dengan magnitudo yang lebih kecil. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (16/10), tidak hanya sekali. BMKG mencatat adanya gempa susulan dengan magnitudo yang lebih kecil berselang belasan menit kemudian.

Dari informasi BMKG, gempa susulan pertama terjadi pukul 4.22 WITA dengan magnitudo 3,8 dengan lokasi 14 Km atau berada di 8.28 LS 115.46 BT. Pusat gempa berada di darat 10 km Barat Laut Karangasem.

Baca juga:  Banyuwangi Diusulkan Jadi Geopark Nasional

Sementara gempa susulan kedua tercatat pada pukul 4.31 WITA di wilayah yang sama, Karangasem. Gempa bermagnitudo 2,7 dengan lokasi 8.29 LS,115.44 BT (11 km Barat Laut Karangasem-Bali) dengan kedalaman 10 kilometer.

Catatan BMKG, gempa pertama yang terjadi pada pukul 04:18 WITA dengan magnitudo 4,8 dirasakan dengan cukup keras di 7 wilayah. Gempa dengan  lokasi 8.32 LS,115.45 BT (8 km Barat Laut Karangasem-bali), di kedalaman 10 kilometer ini paling keras terasa, dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) sebesar IV, di 3 wilayah, yaitu Denpasar, Karangasem, dan Lombok Utara. Sisanya berskala III MMI dirasakan Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Mataram.

Baca juga:  Ruang Isolasi RSU Bangli Penuh Pasien Positif COVID-19

Namun, dari informasi dihimpun, hampir semua wilayah di Bali merasakan getaran gempa ini. Tak hanya Denpasar dan Karangasem, Badung hingga Buleleng juga merasakannya. Bahkan, banyak warga yang terbangun karena merasakannya.

Salah seorang warga Karangasem, Eka, merasakan gempa yang guncangannya cukup kuat itu. Meski hanya terjadi sebentar, ia mengaku terbangun karena adanya getaran.

Media sosial juga ramai menginfokan keberadaan gempa ini. Bahkan dari komentar yang disampaikan netizen, gempa dirasakan hingga Lombok, NTB.(Winatha/balipost)

Baca juga:  PPKM, Belanja dari Rumah Jadi Solusi
BAGIKAN