
DENPASAR, BALIPOST.com – Keyakinan konsumen di Bali kembali menguat pada Juli 2026 setelah sempat menunjukkan tren moderasi sepanjang semester I. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali meningkat menjadi 126,3, dari 121,5 pada Juni 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Achris Sarwana di Denpasar menilai, capaian tersebut sekaligus menempatkan keyakinan konsumen Bali jauh di atas nasional yang pada Juli 2026 tercatat sebesar 116,8. Dengan indeks berada di atas 100, kondisi tersebut menunjukkan konsumen masih berada dalam zona optimistis terhadap kondisi perekonomian.
Dijelaskan peningkatan IKK Bali terutama didorong menguatnya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini dan prospek ekonomi ke depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) naik dari 119,3 pada Juni menjadi 122,3 pada Juli 2026, atau tumbuh 2,5 persen secara bulanan.
Kenaikan IKE ditopang tiga komponen utama. Indeks ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan enam bulan sebelumnya mencapai 132,0, indeks penghasilan saat ini sebesar 128,5, sedangkan indeks konsumsi barang kebutuhan tahan lama mencapai 106,5.
Optimisme masyarakat juga semakin kuat terhadap kondisi ekonomi ke depan. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) meningkat dari 123,7 pada Juni menjadi 130,3 pada Juli 2026, atau tumbuh 5,4 persen secara bulanan.
Peningkatan IEK terutama tercermin pada perkiraan penghasilan yang mencapai 127,5, perkiraan ketersediaan lapangan kerja 133,0, serta perkiraan kegiatan usaha 130,5.
Penguatan keyakinan konsumen juga terjadi pada sejumlah kelompok pendapatan. Kelompok pengeluaran lebih dari Rp8 juta mencatat peningkatan indeks sebesar 32,5 persen, disusul kelompok Rp7–8 juta sebesar 12,5 persen, Rp5–6 juta sebesar 11,4 persen, dan Rp4–5 juta sebesar 9,0 persen.
Sementara itu, optimisme konsumen juga tercermin pada kelompok pekerja, baik sektor formal maupun informal. Indeks keyakinan konsumen pekerja sektor formal mencapai 127,3, sedangkan pekerja sektor informal berada di level 124,8.
Achris Sarwani menyebut penguatan keyakinan konsumen tersebut mencerminkan semakin positifnya persepsi masyarakat terhadap perekonomian Bali.
Kondisi tersebut sejalan dengan kinerja ekonomi Bali yang terus menguat. Pada triwulan II 2026, ekonomi Bali tumbuh 5,78 persen secara tahunan (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan Triwulan I 2026 sebesar 5,58 persen.
Pertumbuhan Bali pada triwulan II juga lebih tinggi dibandingkan ekonomi nasional yang tumbuh 5,29 persen. Penguatan ekonomi ditopang aktivitas konstruksi, perdagangan, pertanian, serta berlanjutnya aktivitas pariwisata pada periode libur sekolah dan rangkaian hari raya keagamaan.
Menurut BI Bali, menguatnya keyakinan konsumen menjadi sinyal positif bagi prospek konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi Bali ke depan. Persepsi yang semakin baik terhadap penghasilan, lapangan kerja dan kegiatan usaha diharapkan ikut mendorong masyarakat mempertahankan aktivitas konsumsinya.
Penguatan optimisme tersebut juga terjadi di tengah aktivitas pariwisata dan perdagangan yang masih memberikan peluang usaha serta penyerapan tenaga kerja. Kondisi ini memperkuat fondasi konsumsi rumah tangga sebagai salah satu penopang perekonomian Bali. (Suardika/balipost)










