
SINGARAJA, BALIPOST.com – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng turut memeriahkan rangkaian Buleleng Festival (Bulfest) dengan menggelar program Gemar Makan Ikan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein dan pemenuhan gizi.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng, Gede Melandrat, dikonfirmasi Rabu (19/8), mengatakan program Gemar Makan Ikan dilaksanakan pada awal dan akhir rangkaian Bulfest. Masing-masing kegiatan menyiapkan sebanyak 500 porsi olahan ikan.
Ikan yang diolah dalam kegiatan tersebut merupakan ikan laut, di antaranya tuna dan bandeng premium. Beragam menu disiapkan, mulai dari sate hingga olahan gorengan. Penyajian dalam berbagai bentuk olahan tersebut diharapkan dapat menarik minat masyarakat, khususnya anak-anak, untuk mengonsumsi ikan. “Di awal dan di akhir. Jadi hari ini dan nanti tanggal 23. Ada 500 porsi yang kami siapkan,” ujar Melandrat.
Menurut Melandrat, pengenalan beragam olahan ikan penting dilakukan untuk membiasakan anak-anak mengonsumsi ikan. Sebab, saat ini makanan cepat saji, nugget, hingga sosis lebih banyak menjadi pilihan makanan anak-anak. “Ini mengajari anak-anak supaya lidahnya bisa menerima ikan. Protein dari ikan itu penting,” katanya.
Melandrat mengatakan pemilihan tuna dan bandeng juga mempertimbangkan ketersediaan ikan hasil tangkapan di Buleleng. Produksi perikanan tangkap di daerah ini tergolong tinggi. Berdasarkan data 2025, produksi perikanan tangkap Buleleng hampir mencapai 54 ribu ton. Namun, tingginya produksi ikan belum berbanding lurus dengan tingkat konsumsi masyarakat.
Sebagian hasil tangkapan justru dipasarkan ke luar daerah. Kondisi ini dinilai menjadi pekerjaan rumah karena potensi perikanan yang besar semestinya juga dapat mendukung pemenuhan gizi masyarakat Buleleng. “Produksi tangkap kita tinggi, tetapi konsumsi kita rendah. Ini yang perlu kita angkat di momen seperti sekarang, Bulfest. Masyarakat banyak berkumpul,” jelasnya.
Menurut Melandrat, peningkatan konsumsi ikan berkaitan erat dengan upaya pemenuhan gizi masyarakat. Karena itu, pemerintah terus mendorong program Gemar Makan Ikan dengan menghadirkan berbagai varian olahan agar ikan lebih mudah diterima masyarakat.
Ia menyebut kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena tingginya hasil tangkapan ikan belum mencerminkan tingginya konsumsi ikan di daerah. Pemerintah pun berupaya menjembatani kondisi tersebut melalui edukasi sekaligus pengenalan olahan ikan. “Tuna merupakan salah satu ikan dengan kandungan omega-3 yang tinggi. Selain tuna, bandeng juga menjadi pilihan untuk diolah dan diperkenalkan kepada masyarakat dalam kegiatan Gemar Makan Ikan,”jelas Melandrat. (Yudha/balipost)










