
SINGARAJA, BALIPOST.com – Polres Buleleng menyiapkan pengamanan maksimal untuk memastikan pelaksanaan Buleleng Festival (BulFest) 2026 berlangsung aman, dan kondusif. Sebanyak 500 personel gabungan Polres Buleleng dan Polsek Singaraja dikerahkan selama lima hari pelaksanaan festival, 18-22 Agustus 2026.
Pengamanan dilakukan secara berlapis, tidak hanya di lokasi utama kegiatan, tetapi juga di sejumlah jalur menuju lokasi serta titik-titik yang dinilai rawan terjadi gangguan keamanan.
Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, Selasa (18/8) mengatakan seluruh personel telah diplotting sesuai tugas dan lokasi pengamanan. Personel diterjunkan dalam pola pengamanan terbuka maupun tertutup.
“Untuk pengamanan Buleleng Festival, kita sudah melakukan plotting, baik untuk pengamanan di jalur maupun di lokasi kegiatan. Personel juga sudah kita bagi, baik yang berseragam maupun yang melaksanakan pengamanan secara tertutup,” ujarnya.
Menurutnya, pola pengamanan tersebut diterapkan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menghadiri BulFest sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan yang berpotensi memanfaatkan keramaian untuk menjalankan aksinya.
Salah satu potensi gangguan keamanan yang menjadi perhatian khusus kepolisian adalah aksi pencopetan. Keramaian pengunjung selama festival dinilai berpotensi dimanfaatkan pelaku untuk melakukan kejahatan.
Kapolres Ruzi mengatakan, kewaspadaan tersebut juga berkaca dari pelaksanaan kegiatan serupa sebelumnya. Polisi sempat menangani kasus pencopetan dan berhasil mengungkap pelakunya.
“Belajar dari kejadian tahun lalu, ada kasus copet dan sudah kita lakukan pengungkapan. Untuk itu, sebelum kegiatan BulFest dimulai, kita sudah menyebarkan informasi kepada masyarakat mengenai apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi aksi pencopetan,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat yang datang menikmati rangkaian BulFest diimbau tidak lengah menjaga barang-barang pribadi. Kepolisian menekankan bahwa keamanan selama festival bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan kewaspadaan dari para pengunjung.
“Utamanya kami mengimbau masyarakat untuk melakukan pengamanan terhadap dirinya sendiri terlebih dahulu. Jangan memberikan kesempatan kepada pelaku untuk melakukan aksinya,” tegasnya.
Selain upaya pencegahan, Polres Buleleng memastikan akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang mencoba memanfaatkan keramaian BulFest untuk melakukan tindak pidana. “Kalau masih melakukan dan tertangkap, tentunya kami tidak akan memberikan toleransi. Kami akan melakukan tindakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Kapolres.
Sebanyak 500 personel yang diterjunkan akan mengisi sejumlah titik pengamanan, mulai dari jalur lalu lintas, lokasi kegiatan, kawasan keramaian, hingga titik-titik yang dinilai memiliki potensi gangguan keamanan. (Nyoman Yudha/balipost)










