
DENPASAR, BALIPOST.com – Setelah sempat melonjak hingga 44,1 ton per hari, timbulan sampah sungai di Denpasar mulai menurun. Saat ini sudah mencapai 30,6 ton per hari. Meski demikian, jumlah ini masih cukup tinggi dibandingkan sebelum adanya kebijakan pemilahan sampah.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Denpasar, Ketut Ngurah Artha Jaya saat diwawancarai, Rabu (19/8), mengatakan, kecenderungan masyarakat membuang sampah ke sungai masih tinggi.
Dikatakannya, sebelum diberlakukannya kebijakan pemilahan sampah, timbulan sampah sungai di Denpasar mencapai 26,4 ton per hari. Kemudian timbulan sampah melejit hingga 44,1 ton per hari. “Saat ini mulai menurun yakni 30,6 ton, namun angka masih tinggi dan masih banyak juga masyarakat yang membuang sampah ke sungai,” katanya.
Terkait menurunnya jumlah sampah sungai tersebut, Ngurah Artha menyebutkan, kesadaran masyarakat terhadap memilah dan membuang sampah pada tempatnya mulai naik. Namun kesadaran tersebut masih perlu didorong mengingat timbulan sampah di sungai masih cukup tinggi.
Terkait penanganan sampah sungai tersebut, Ngurah Artha mengatakan, pihaknya berupaya maksimal dengan tenaga yang ada. Sampah-sampah yang diangkut tersebut dibawa ke TPS 3R, namun sebelum dibawa mereka diharuskan memilah terlebih dahulu. “Itu yang menjadi penanganan sampah di sungai agak lambat karena harus memilah dulu, selain memang jumlah sampah bertambah,” terangnya.
Pihaknya berharap masyarakat semakin sadar akan dampak yang ditimbulkan dari pembuangan sampah ke sungai bagi lingkungan. Dengan demikian, makin sedikit sampah yang berakhir di sungai. (Widiastuti/bisnisbali)










