Dua penumpang pesawat yang merupakan WNA mendengarkan penjelasan terkait pengoperasian jembatan transfer antarterminal di Bandara Ngurah Rai, Badung, Bali. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, resmi mengoperasikan jembatan penghubung transfer terminal internasional-domestik pada Senin (17/8). Penumpang yang selama ini harus berpindah dari terminal internasional ke terminal domestik dengan proses yang cukup panjang kini jauh lebih cepat dan praktis, pemangkasan sekitar 75 menit.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati mengatakan, kehadiran jembatan transfer ini merupakan bentuk inovasi pelayanan yang berorientasi pada kenyamanan penumpang. “Dalam momentum peringatan hari kemerdekaan, dengan bangga kami mempersembahkan fasilitas terbaru di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang dihadirkan untuk semakin mempermudah proses transfer antarterminal, serta untuk meningkatkan pengalaman pelanggan atau customer experience,” ujar Nugroho Jati, Rabu (19/8).

Menurutnya, fasilitas ini memberikan kemudahan bagi penumpang yang telah mengantongi boarding pass untuk penerbangan lanjutan. “Dengan fasilitas ini, penumpang transfer yang telah memiliki boarding pass lanjutan tidak perlu keluar gedung terminal kedatangan dan kembali masuk ke terminal keberangkatan,” ungkapnya.

Baca juga:  Dua KEK di Denpasar, Diharap Bisa Dongkrak PAD

Demikian pula, kata Nugroho Jati, penumpang transfer tidak perlu mengambil bagasi tercatat, karena bagasi untuk penumpang transfer akan langsung diproses secara simultan oleh ground handling dan maskapai penerbangan untuk dibawa ke dalam penerbangan lanjutan. “Tentunya hal ini merupakan inovasi yang cukup revolusioner, yang prinsipnya akan semakin menghadirkan seamless journey bagi penumpang transfer,” katanya.

Kehadiran jembatan transfer ini terbukti mampu memangkas waktu perpindahan penumpang secara signifikan. Jika sebelumnya proses transfer dari terminal kedatangan internasional menuju terminal keberangkatan domestik membutuhkan waktu rata-rata 90 menit, kini hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit.

Baca juga:  Soroti Sejumlah Persoalan, Prabowo: Kita Harus Buat Bali "Beautiful"

“Efisiensi juga terjadi pada proses pemindahan bagasi. Waktu penanganan bagasi yang sebelumnya mencapai 150 menit kini berkurang menjadi 45 menit,” jelasnya.

Tidak hanya itu, perpindahan dari terminal kedatangan domestik menuju terminal keberangkatan internasional yang sebelumnya memerlukan waktu 70 menit kini juga dapat diselesaikan dalam waktu yang jauh lebih singkat. Untuk mendukung kelancaran layanan, pengelola bandara melengkapi jembatan transfer dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti konter Imigrasi, Bea Cukai, Badan Karantina, serta security check point.

Penumpang yang datang dari luar negeri dapat mengakses jembatan transfer melalui area arrival hall terminal internasional dan langsung menuju gate 1 terminal keberangkatan domestik. Sementara, penumpang dari penerbangan domestik dapat mengakses fasilitas tersebut melalui pintu keluar terminal kedatangan domestik yang terhubung langsung ke gate 1 terminal keberangkatan internasional.

Baca juga:  Menteri PKP Janji Bantu 100 RTLH di Denpasar

Fasilitas ini juga dilengkapi dengan eskalator dan lift sehingga dapat digunakan oleh seluruh penumpang, termasuk mereka yang membutuhkan layanan khusus, seperti pengguna kursi roda. “Ke depannya, kami menargetkan untuk secara berkesinambungan menambah jumlah maskapai penerbangan yang penumpangnya dapat dilayani fasilitas ini,” ucapnya.

Sebanyak 16 penumpang Garuda Indonesia GA715 rute Sydney (SYD)-Bali (DPS) yang tiba di Bali pada Senin pukul 14.40 WITA tercatat sebagai pengguna pertama fasilitas tersebut. Mereka melanjutkan perjalanan ke sejumlah kota tujuan, seperti Cengkareng, Surabaya, dan Kulon Progo.

Sementara itu, layanan transfer dari terminal kedatangan domestik menuju terminal keberangkatan internasional mulai dioperasikan pada malam harinya. Sebanyak enam penumpang Garuda Indonesia GA420 rute Cengkareng (CGK)-Bali (DPS) menjadi kelompok pertama yang memanfaatkan fasilitas baru tersebut. (Parwata/balipost)

BAGIKAN