
KUPANG, BALIPOST.com – Bantuan disalurkan oleh berbagai pihak di 3 titik terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur. Bantuan kemanusiaan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap proses tanggap darurat dan pemulihan masyarakat.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Muhamad N. Karim, menjelaskan bantuan ini akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran dan dapat membantu meringankan kebutuhan para korban terdampak. “Kami juga berharap kolaborasi dan dukungan ini dapat terus berlanjut selama masa pemulihan,” ujarnya.
Bantuan disalurkan ke tiga titik, yaitu Posko BNPB Pengungsian Sikka, Posko BNPB Mbay Kabupaten Nagekeo, Perkampungan Gencor dan Redo Kec. Lelak Kabupaten Manggarai serta, Perkampungan Pang lembor Kab Manggarai Barat.
Menurut Vice President Consumer Business Area Jawa Bali Telkomsel, Muharlis, penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen untuk hadir bersama masyarakat di tengah situasi bencana, tidak hanya melalui pemulihan layanan telekomunikasi, tetapi juga melalui dukungan langsung terhadap kebutuhan masyarakat terdampak.
“Kami menyampaikan simpati kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa di Flores. Melalui bantuan yang kami salurkan di sejumlah titik pengungsian dan posko tanggap darurat, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan. Kami juga terus berupaya memastikan akses komunikasi tetap tersedia agar masyarakat dapat terhubung dengan keluarga, memperoleh informasi penting, serta mendukung koordinasi penanganan bencana,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Selain bantuan kemanusiaan, Murhalis menjelaskan pihaknya juga menghadirkan Paket Darurat seharga Rp1 bagi pelanggan yang berada di wilayah terdampak. Paket dengan masa berlaku tujuh hari tersebut mencakup 3 GB internet, 1.000 SMS, dan 300 menit telepon.
Dukungan konektivitas juga diberikan langsung kepada masyarakat di lokasi pengungsian melalui layanan internet dan kartu Telkomsel, serta posko Wifi Gratis. Kehadiran layanan tersebut membantu masyarakat untuk tetap berkomunikasi dengan keluarga maupun mengakses informasi selama berada di pengungsian.
Salah seorang warga terdampak di Kabupaten Sikka mengaku sangat terbantu selama berada di pengungsian dan memudahkannya dalam berkomunikasi. (kmb/balipost)










