
DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali mengirim sejumlah tim, yang di ketuai oleh kapala BPBD untuk melakukan asesmen kebutuhan korban terdampak Gempa di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal dilakukan pascagempa magnetudo 7,7 yang menimpa wilayah tersebut.
Sekda Provisni Bali, Dewa Made Indra, mengatakan asesmen awal ini untuk pengumpulan data agar bantuan yang nanti dikirimkan dari Bali, sesuai dengan kebutuhan korban. “Agar bantuan kita terarah, dan sesuai kebutuhan warga yang menjadi korban, ” ujarnya usai Apel HUT Kemerdekaan RI ke 81 di Niti Mandala, Denpasar, Senin (17/8).
Selain tim asesmen, pemprov juga mengirimkan Tim medis. Ada sekitar 5 orang berprofesi medis yang ditugaskan untuk membantu fasilitas kesehatan di lokasi bencana. “Hari ini sudah berangkat semua. Kepala BPBD juga hari ini berangkat bersama tim,” jelasnya.
Sementara terkait jumlah bantuan yang akan disiapakan oleh pemerintah provinsi. Kata Dewa Indra, akan disalurkan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. Namun jumlah tersebut masih menunggu asesmen di lapangan yang dilakukan oleh tim.
Penyaluran ini tak lepas dari historis yang melatar belakangan lahirnya tiga Provinsi, Bali, NTB dan NTT. Dulu dinamakan Sunda Kecil, kini sudah berdiri sendiri. Ikatan pertalian sejarah itu tidak bisa dilepaskan. “Pak Gubernur sudah menghubungi ketiga Gubernur ini, mereka akan berangkat bersama ke lokasi bencana, ” ungkapnya.
Sementara terhadap warga masyarakat yang ingin memberikan bantuan, posko penyalurannya ada di BPBD Bali. Baik berupa barang atau materi lainnya. “Kami juga buka rekening, semua akan diumumkan tranpasaran dan disalurkan sesuai dengan jumlah nominal yang ada, ” pungkasnya.
Sementara itu dari rilis BNPB (16/8), Hingga pukul 16.00 WIB, total jumlah korban meninggal dunia mencapai 53 orang. Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang dan Ende 2 orang.
Selain korban meninggal, petugas gabungan juga mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka. Total korban luka-luka mencapai 137 jiwa. Saat ini, korban luka sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun faskes darurat.
Data sementara, total rumah rusak berat di Provinsi NTT mencapai 1.543 unit, rusak sedang 328 unit, dan rusak ringan 532 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan 87 unit, tempat ibadah 50 unit, kantor pemerintahan 76 unit dan sejumlah fasilitas umum lain. (Widiastuti/balipost)










