Warga berada di luar rumah usai terjadi gempa susulan di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8/2026). BMKG mencatat hingga Kamis (20/8) pukul 05.00 WIB telah terjadi 3.394 gempa susulan. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Kamis (20/8) pukul 16.00 WIB mencapai 75 jiwa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan jumlah tersebut bertambah empat jiwa dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 71 korban meninggal dunia.

“Hari ini, bertambah empat jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah dua, Kabupaten Manggarai bertambah satu, di Nagekeo bertambah satu,” kata Berton dilansir dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Dari Tempat Yoga Ludes Dilalap Api hingga Tambahan Kasus COVID-19 Nasional

BNPB pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta seluruh masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi tersebut.

Selain korban meninggal, jumlah korban luka juga tercatat mengalami peningkatan. Hingga Kamis pukul 16.00 WIB, BNPB mencatat sebanyak 907 jiwa mengalami luka-luka, bertambah sembilan jiwa dari data sebelumnya sebanyak 898 jiwa. Tambahan korban luka tersebut seluruhnya tercatat berasal dari Kabupaten Ngada.

Berton mengatakan penanganan terhadap masyarakat terdampak masih terus dilakukan, di tengah aktivitas gempa susulan yang masih terjadi.

Baca juga:  BRI Raih Laba Rp.7,42 Triliun

Sebelumnya, ia telah mengimbau masyarakat di wilayah terdampak gempa bumi di NTT untuk tetap waspada dan siaga menyusul masih tingginya aktivitas gempa susulan.

“Dengan masih banyaknya gempa susulan dan tergolong besar, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tetap siap siaga,” ujar Berton.

Lebih lanjut, ia mengatakan data terkini BNPB mencatat sebanyak 3.752 gempa susulan terjadi di wilayah terdampak gempa itu.

Baca juga:  Rekor Baru Lagi!!! Kasus Baru Positif COVID-19 di Bali Lampaui 100 Orang dalam 24 Jam

Ia mengatakan salah satu gempa susulan yang dirasakan pada Kamis terjadi pada pukul 10.47 waktu setempat dengan kekuatan 5,7 magnitudo.

Sejalan dengan itu, Berton juga mengingatkan warga di daerah terdampak untuk memastikan kondisi bangunan sebelum kembali atau memasuki bangunan yang terdampak gempa. (kmb/balipost)

BAGIKAN