
BANGLI, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Bangli mulai mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) pada pembelajaran di sekolah. Langkah terrsebut dilakukan dengan memanfatkan fasilitas smart board bantuan Presiden yang telah didistribusikan ke sekolah-sekolah di Bangli. Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta mengungkapkan hal itu saat ditemui di Alun-alun Bangli Senin (17/8) lalu.
Sedana Arta menjelaskan, program tersebut melibatkan kolaborasi antara tenaga pengajar, siswa, dan teknologi AI dalam proses belajar mengajar sehari-hari. “Kita sedang melakukan satu langkah terobosan dengan membuat sampel pendidikan berbasis AI. Smart board bantuan Presiden yang ada di seluruh SD di Bangli sekarang sudah mulai dikolaborasikan dengan AI. Guru-guru yang mengajar sudah mengunakan AI termasuk siswa, dan seluruh proses pembelajaran bisa terekam secara digital,” ujarnya.
Pemanfaatan smart board berbasis AI ini juga memungkinkan seluruh aktivitas kelas terpantau secara langsung oleh bupati dan dinas terkait. Data dan rekomendasi digital yang terekam pada smart board akan dijadikan bahan evaluasi berkala terhadap materi serta sistem pengajaran.
Meskipun sistem ini sudah berjalan, Sedana Arta mengakui penerapannya belum dilakukan secara masif karena masih dalam tahap uji coba dan pengkajian materi secara mendalam. “Sistemnya sudah jalan tetapi belum masif, baru sebatas percontohan dan model AI. Kita ingin mengkaji materinya lebih detail lagi agar kecerdasan buatan ini benar-benar memberikan manfaat optimal bagi anak-anak,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli, Komang Pariartha, menambahkan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran memang sudah dilakukan banyak sekolah di Indonesia. Namun model pembelajaran yang dikembangkan di Bangli saat ini terbilang baru. “Ini sudah diterapkan di tingkat SD maupun SMP di seluruh Kabupaten Bangli dan sudah berjalan selama dua bulan,” ungkapnya.
Pariartha juga mengatakan bahwa melalui dashboard, Bupati dan Kadisdik bisa memantau sejauh mana perkembangan pemanfaatan AI di sekolah-sekolah. “Sekolah mana yang aktif dan tidak aktif bisa langsung diketahui,” kata Pariartha.
Guna memastikan kesiapan sekolah, pihak Disdikpora juga menggelar perlombaan pemanfaatan AI. Sebagian besar sekolah tercatat sudah mulai memaksimalkan teknologi tersebut dalam kegiatan belajar mengajar. “Sebagian besar sekolah sudah memaksimalkan, dan sambil jalan akan terus kita optimalkan,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)










