Ilustrasi salah seorang pasien tengah berkonsultasi di poliklinik kebidanan RSUP Ngoerah. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kelahiran buah hati menjadi hal yang dinanti-nanti oleh setiap pasangan. Terlebih, bisa lahir pada hari-hari spesial, seperti pada perayaan HUT Kemerdekaan RI, Senin (17/8) kemarin.

Tercatat ada tiga bayi yang lahir di RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah atau RSUP Ngoerah dan RSUD Wangaya pada Hari Kemerdekaan RI tersebut. Meski demikian, kelahiran tersebut bukanlah suatu kesengajaan pemilihan tanggal melainkan atas indikasi medis.

Baca juga:  Peringati Hari Kemerdekaan, Edukasi Wawasan Kebangsaan ke Generasi Muda HardysCorp

Kepala Humas RSUP Ngoerah, Miranti Ayuningtyas saat dikonfirmasi, Selasa (18/8), mengungkapkan, terdapat dua pasien yang melahirkan di RSUP Ngoerah pada Hari Kemerdekaan RI. Proses persalinan kedua bayi laki-laki tersebut dilakukan melalui tindakan operasi sectio caesarea (SC) atas indikasi medis, masing-masing pada pukul 06.00 dan 10.49 WITA.

“Tercatat ada dua bayi yang lahir bertepatan dengan Hari Kemerdekaan, 17 Agustus kemarin. Kedua bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dan lahir melalui metode operasi caesar karena adanya indikasi medis,” ujarnya.

Baca juga:  Korupsi PDAM Unit Nusa Penida Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

Ia menambahkan, para ibu tidak sengaja memilih tanggal tersebut, melainkan murni karena kondisi medis yang mengharuskan persalinan dilakukan melalui operasi caesar.

Kemudian, di RSUD Wangaya terdapat satu bayi yang lahir pada Hari Kemerdekaan RI. Kepala Unit Humas dan Promosi RS Wangaya, Bdn. Anak Agung Ayu Dewi Purnami, S.ST., mengatakan, seorang bayi laki-laki lahir tepat di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dia pun menyebutkan, kelahiran tersebut terjadi bukan atas dasar kesengajaan tanggal, melainkan karena kondisi darurat kesehatan ibu dan bayi. “SC emergency karena kondisi ibu dan bayi yang segera harus diambil tindakan operasi caesar,” jelas Ayu Dewi.

Baca juga:  Buang Bayi di Kampial, Perempuan Asal NTT Diamankan 

Saat ini kata dia, kondisi ibu dan bayi sehat yang masih dalam perawatan. “Kemungkinan besok sudah boleh pulang,” imbuhnya. (Widiastuti/bisnisbali)

 

BAGIKAN