
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Ombak besar kembali menerjang pesisir Kampung Kusamba, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Jumat (14/8). Hempasan ombak menggerus pasir di sekitar Terminal Penumpang Fast Boat The Angkal. Bahkan, loket tiket terpaksa dipindahkan ke sisi barat yang dinilai lebih aman.
Pantauan di lokasi, ombak berulang kali menghantam bagian depan terminal. Air laut juga mengikis pasir dari kedua sisi bangunan terminal sehingga sapuan ombak semakin mendekati fasilitas di kawasan pesisir.
Kondisi ini juga mulai mengancam kios desa yang berada di sebelah timur terminal. Jarak antara titik akhir sapuan ombak dengan kios hanya tinggal beberapa meter. Kawasan pesisir Kampung Kusamba pun semakin sempit ruang amannya akibat terjangan gelombang dalam beberapa waktu terakhir.
Perbekel Desa Kampung Kusamba, Syahrul Ramadan, mengatakan gelombang menerjang kawasan depan ruang tunggu The Angkal hingga depan kios desa. Hempasan ombak bahkan terjadi sepanjang garis pantai ke arah timur.
“Gelombang cukup tinggi dan menerjang sepanjang pesisir. Kami mohon arahan dan petunjuk dari Bapak Bupati, Kadis PUPRPKP, dan Kalak BPBD untuk langkah lebih lanjut,” ujar Syahrul.
Selain mengancam fasilitas di daratan, gelombang tinggi juga mengganggu aktivitas pelabuhan tradisional barang di pesisir Kampung Kusamba. Aktivitas bongkar muat sempat terhenti.
Sebuah sampan yang baru tiba dari Nusa Lembongan membawa satu unit mobil juga belum bisa menurunkan muatannya. Hingga sekitar pukul 14.30 Wita, sampan tersebut masih tertahan di laut dekat pelabuhan karena mobil yang dibawanya belum dapat dibongkar ke pesisir.
Sementara aktivitas penyeberangan penumpang dari dan menuju Nusa Penida masih berjalan normal. Perwira Jaga Wilayah Kerja Kusamba Kantor UPP Kelas II Nusa Penida, Nengah Warnata, mengatakan kondisi gelombang di tengah perairan masih aman untuk pelayaran.
“Penyeberangan normal, karena tidak ada gelombang pasang di tengah. Hanya ombak di pesisir pantai cukup tinggi,” kata Warnata.
Menurutnya, aktivitas bongkar muat penumpang tetap berlangsung seperti biasa. Ada tiga pelabuhan utama yang melayani penyeberangan Nusa Penida di kawasan tersebut, yakni Pelabuhan Tribuana dan Pelabuhan Banjar Bias di Desa Kusamba serta Pelabuhan The Angkal di Kampung Kusamba.
Di sisi lain, gelombang tinggi berdampak langsung terhadap fasilitas Terminal The Angkal. Bangunan terminal yang juga menjadi pos loket tiket terus diterjang ombak. Pihak The Angkal akhirnya memindahkan pos loket tiket ke sisi barat untuk menghindari hempasan ombak.
Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, I Putu Widiada, mengatakan pihaknya telah memantau perkembangan kondisi cuaca dan gelombang laut. Berdasarkan prakiraan cuaca pelabuhan dari BMKG, tinggi gelombang di kawasan Pelabuhan Kusamba mencapai sekitar 1,2 meter pada periode tertentu.
Gelombang tersebut bergerak ke arah utara dengan arus permukaan sekitar 0,9 knot. Sementara berdasarkan prakiraan BMKG, tinggi gelombang signifikan di Pelabuhan Kusamba berpotensi meningkat hingga 1,25–2,5 meter mulai Jumat malam dan berlanjut pada periode berikutnya.
“Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir,” kata Widiada. (Sri Wiadnyana/denpost)










