Rapid test digelar di RSUD Klungkung pascaadanya satu dokter spesialis jantung yang positif COVID-19. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Dokter spesialis jantung di RSUD Klungkung yang terpapar Covid-19, cukup mengejutkan pegawai maupun perawat setempat. Ini membuat pihak rumah sakit bergerak cepat melakukan rapid test terhadap 157 orang perawat dan pegawai RSUD Klungkung, yang sempat kontak langsung dengannya, Rabu (3/6).

Di sela-sela pelaksanaan rapid test, Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma kembali menegaskan bahwa dokter itu terpapar di rumahnya, bukan saat bekerja di rumah sakit. Menurutnya, ini perlu diluruskan karena selama ini pihak rumah sakit sudah sangat disiplin dan telaten dalam melakukan penanganan setiap pasien COVID-19, sebagaimana arahan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 I Nyoman Suwirta.

Bahkan, sempat mencatat kesembuhan pasien COVID-19 sampai 100 persen, sebelum sepekan kemudian masuk pasien baru. Ini merupakan prestasi tersendiri bagi RSUD Klungkung, setelah ditetapkan sebagai salah satu RS Rujukan penanganan COVID-19.

Dia mengakui, terpaparnya seorang dokter memang cukup mengagetkan. Tidak hanya perawat dan pegawai yang sempat kontak langsung, bahkan perawat lain di bagian farmasi yang hanya sempat menerima resepnya pun, juga sempat khawatir dan meminta dimasukkan dalam daftar rapid test. “Tetapi dalam pedoman, yang harus rapid test itu yang sempat kontak langsung dengan dokternya. Bukan kontak dengan resepnya. Ada juga yang minta ikut rapid test karena pegang rekam medik jantung,” jelas dr. Kesuma.

Dia menambahkan, terpaparnya dokter spesialis jantung ini, bukan terpapar dari RSUD Klungkung. Bukan pula dari rumah sakit lain.

Melainkan dia terpapar dari rumahnya, karena kontak dengan istrinya yang juga seorang dokter. Dari peristiwa ini, menurutnya seharusnya seorang dokter setelah kontak dengan pasien COVID-19 tidak langsung pulang, melainkan bisa dulu singgah di rumah tinggal yang lain, untuk menjaga keselamatan keluarga.

Belajar dari peristiwa ini, pihaknya mengaku akan bersurat kepada seluruh jajaran tenaga kerja rumah sakit, agar betul-betul memperhatikan keselamatan keluarga. Apalagi yang terlibat langsung dalam penanganan pasien COVID-19. Sebaiknya jangan dulu langsung pulang.

Dalam standar penanganan pasien COVID-19, sejak Maret lalu pihak rumah sakit sudah menerapkan screning ketat setiap pasien yang masuk. Petugas juga mengenakan APD sesuai level.

Sehingga petugas khusus yang bertugas di ruang isolasi RSUD Klungkung, sampai sekarang belum ada yang sampai tertular langsung dari pasien. “Dokter spesialis jantung yang terpapar corona ini, bukan juga termasuk Tim Penanganan COVID-19 RSUD Klungkung,” tegas dr. Kesuma.

Tetapi, dia berharap situasi tersebut, tidak mengubah banyak pandangan masyarakat yang sudah sangat baik, terhadap kredibilitas rumah sakit dalam menerapkan standar protokol penanganan pasien COVID-19. RSUD Klungkung sudah mendapat apresiasi tinggi, atas kerja kerasnya selama ini dalam penanganan pasien COVID-19.

Khusus untuk hasil rapid test terhadap 157 perawat dan pegawai RSUD Klungkung, dr. Kesuma menjelaskan proses rapid test dilakukan dalam dua tahap, sesuai shitf kerja pagi dan sore. Untuk pelaksanaan pertama, sudah ada sebanyak 97 orang jalani rapid test. Terdiri dari 8 orang tenaga medis, 72 tenaga paramedis dan 17 orang tenaga lainnya. Hasil rapid test semuanya adalah nonreaktif. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.