
SINGASANA, BALIPOST.com – Penataan Taman Tugu Singasana Tahap III di kawasan eks Kantor Kesbangpol dan Damkar, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, mulai menunjukkan progres positif. Hingga Kamis (13/8), realisasi pekerjaan sudah mencapai 14,792 persen, atau melampaui target yang ditetapkan sebesar 14,732 persen. Seperti diketahui, dengan anggaran sekitar Rp14 miliar dan masa pelaksanaan 210 hari kalender, proyek monumental tersebut ditargetkan tuntas pada 17 Desember 2026.
Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gde Made Partana, mengatakan pekerjaan tahap III telah dimulai sejak Mei 2026. Progres pembangunan terus dipantau dan dikebut untuk memastikan penyelesaian sesuai jadwal. “Pekerjaan sudah berjalan sejak Mei dan kami targetkan selesai akhir Desember 2026,” ujar Partana.
Tugu Singasana dirancang sebagai monumen yang merepresentasikan perjalanan Tabanan dari masa lalu, masa kini hingga masa depan. Pembangunan tugu setinggi sekitar 30 meter tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap para pelaku sejarah perjuangan masyarakat Tabanan.
Partana menjelaskan, pembangunan Tugu Singasana merupakan gagasan Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya. Pemilihan lokasi pembangunan juga berkaitan erat dengan sejarah perjuangan. Kawasan tersebut sebelumnya merupakan tangsi militer atau gudang senjata pasukan Ciung Wanara pada masa perang melawan Belanda. “Nilai sejarah itulah yang ingin diangkat melalui pembangunan tugu ini,” tegasnya.
Selain tugu utama, kawasan taman nantinya dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung. Di antaranya area tempat duduk, relief perjuangan, patung Singa serta basement. Basement diperlukan untuk menyesuaikan perbedaan kontur atau ketinggian lahan di kawasan proyek.
Pembangunan Tugu Singasana dilakukan secara bertahap. Pada tahap II tahun 2025, pekerjaan telah menyelesaikan bagian dasar dan pedestalan tugu. Sementara tahap III saat ini diarahkan pada penyelesaian struktur utama sekaligus penataan kawasan secara menyeluruh.
Dinas PUPR Tabanan tentunya akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek. Hal ini dilakukan agar pembangunan taman dan monumen bersejarah itu dapat rampung sesuai target dan segera memberikan wajah baru bagi kawasan pusat Kota Tabanan.(Puspawati/balipost)










