Seorang petugas kebersihan sedang menyapu di sekitar areal jam lonceng yang ada di kawasan heritage Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam penataan kawasan heritage Denpasar, area Catur Muka akan tetap mempertahankan nilai historis, terutama patung kuda dan jam lonceng yang ada di kawasan tersebut. Hal itu diungkapkan Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa saat diwawancarai, Kamis (13/8).

Ia mengatakan, penataan kawasan Catur Muka akan menyentuh tiga titik yakni patung kuda yang berada di utara kantor Wali Kota Denpasar, plang nama Lapangan Puputan Badung, dan jam lonceng titik nol. Ketiga titik akan ditata dengan konsep ruang terbuka atau konsep plaza heritage.

Baca juga:  Dibantah, Sorotan Gubernur Koster Soal Sombongnya Pelaku Pariwisata

Di kawasan patung kuda, kata Cipta, akan dihadirkan konsep ruang terbuka dengan kelengkapan jalur pedestrian dan ruang pejalan kaki yang lebih luas, lampu taman, serta penataan lanskap hijau. Sedangkan untuk patung kuda tetap dipertahankan dan ditonjolkan.

Kawasan jam lonceng titik nol juga ditata menjadi ruang terbuka yang dilengkapi area pedestrian sehingga berfungsi sebagai penanda kawasan sekaligus titik orientasi masyarakat. “Jam lonceng akan dibuatkan pedestal serta di bawahnya juga terdapat undakan,” katanya.

Untuk plang nama di Lapangan Puputan Badung akan diubah menjadi plaza terbuka dengan tulisan “Lapangan Puputan Badung I Gusti Made Agung” sebagai identitas kawasan. Di sekitar papan nama akan ada undakan untuk tempat duduk, jalur pedestrian, dan pepohonan peneduh. Kawasan ini nantinya akan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang berkumpul maupun beraktivitas.

Baca juga:  Desa Adat Dalem Setra Batununggul Tumbuhkan Kecintaan Budaya Melalui Pasraman

Penataan ini, menurut Cipta, akan menghadirkan ruang publik yang lebih tertata tanpa menghilangkan identitas sejarah pusat Kota Denpasar. Ini juga menjadi upaya memperkuat wajah kawasan pusat kota dengan tetap mempertahankan nilai historis yang telah melekat di Catus Pata Denpasar.

Ia menambahkan, konsep Plaza Heritage Catus Pata ini akan mengintegrasikan ketiga titik tersebut dalam satu kawasan ruang publik yang dilengkapi jalur pedestrian, ruang terbuka hijau, tempat duduk, serta pencahayaan kawasan.

Baca juga:  Hari Kedua, Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Tembus 40 Ribuan Orang

Sementara itu, secara umum, penataan pusat Kota Denpasar akan meliputi penataan titik-titik landmark persimpangan patung suci, patung Ida Cokorda Pemecutan, Patung Panca Dewata, patung kuda, lonceng, papan nama lapangan, dan patung penari baris. “Ada juga ⁠penataan second point atau fasad, lampu hias penerangan jalan, tanaman hias dan sculpture,” paparnya.

Selain itu, dilakukan pemasangan udith drainase dan pedestrian trotoar dengan granit motif. Di Jalan Gajah Mada akan dilakukan ⁠pemasangan kobalt penutup keramik, serta penataan selasar pertokoan Gajah Mada. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN