I.B. Agung Partha Adnyana. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pelaku pariwisata membantah sorotan Gubernur Koster yang menilai mereka mulai sombong saat pariwisata sudah berangsur pulih pascapandemi COVID-19. Bantahan disampaikan Ketua Bali Tourism Board (BTB) I.B. Agung Partha Adnyana, dan Ketua Asita Bali, Putu Winastra, Jumat (4/8).

Partha mengaku selama ini komunikasi pelaku usaha dan pemerintah baik-baik saja. Bahkan dukungan pelaku pariwisata terhadap pemerintah diwujudkan dalam aksi
nyata penyerapan produk pertanian dan perikanan lokal, mengikuti Pergub Bali No. 99 tahun 2018. “Jadi persisnya kita tidak tidak tahu apa yang menyebabkan pernyataan itu,” ujarnya.

Baca juga:  Danlanal Denpasar Kunjungi Saksi Sejarah Pertempuran Laut Arafuru

Ia memahami saat pandemi COVID-19, peran pemerintah cukup besar membantu pelaku usaha pariwisata di Bali. Namun, hal itu juga bentuk sinergi dan kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah. Sinergi pentahelix yaitu akademisi, pelaku usaha,
pemerintah, media, masyarakat, dialog dan kerjasama antara stakeholders merupakan modal saat menghadapi pandemi Covid-19.

“Pemerintah mengeluarkan regulasi agar kondisi usaha pelaku bisnis kondusif untuk berkembang, dan memfasilitasi agar pelaku-pelaku usaha bisa melakukan bisnisnya berjalan baik,” ujarnya.

Kepedulian pengusaha-pengusaha pariwisata kepada masyarakat baik langsung maupun melalui pemerintah
pasti dilakukan saat itu. Regulasi-regulasi yang dibuat juga berdasarkan dialog dan masukan dari pelaku pariwisata agar lancar usaha dan membayar kewajiban dalam bentuk pajak atau retribusi berjalan lancar.

Baca juga:  Dojo Campuhan Asri Sabet 3 Emas di Kejurda

BTB akan terus mengingatkan terkait sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah. BTB siap mendukung program pemerintah dalam membangun ekonomi Bali.

Ketua Asita Bali Putu Winastra menambahkan bahwa pernyataan tersebut untuk mengingatkan pelaku pariwisata untuk selalu bersatu dalam kondisi apapun, termasuk pascapandemi. “Sebelum pandemi banyak pelaku pariwisata tidak bersatu. Tapi setelah pandemi bersatu. Sehingga tidak ada isu lagi seperti saat pandemi. Karena kita punya satu visi untuk pariwisata Bali. Tidak ada satu hal yang berbeda lagi. Itu reminder (pengingat) kita agar kita tidak saling menyalahkan satu sama lain,” ujarnya.

Baca juga:  Keroyok Siswi, Pemuda NTT Ditangkap

Pemerintah pun diakui tetap mendukung kegiatan-kegiatan pelaku pariwisata, seperti yang baru digelar Asita yaitu Bali and Beyond Travel Fair. Dengan kehadiran Gubernur untuk membuka BBTF, termasuk kehadiran Wakil Gubernur membuktikan bahwa pemerintah mendukung pelaku pariwisata. “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena hubungan kami baik,” tegasnya.

Asita pun mendukung program-program Gubernur dengan memberdayakan sumber daya lokal untuk kemajuan pariwisata Bali. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN