Suasana penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk. Mulai Rabu, ASDP menerapkan sterilisasi di dalam areal Pelabuhan. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Aktivitas di lintasan penyeberangan Gilimanuk-Ketapang memasuki babak baru. Mulai Rabu (5/8), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi menerapkan program sterilisasi pelabuhan sebagai standar baru operasional guna meningkatkan keselamatan, keamanan, dan ketertiban di kawasan pelabuhan.

Penerapan tersebut dilakukan serentak bersama lima pelabuhan utama lainnya, yakni Merak, Bakauheni, Kayangan, dan Lembar. Bagi lintasan Gilimanuk-Ketapang yang merupakan salah satu jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia, kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan operasional yang lebih tertib dan efisien.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan, implementasi sterilisasi pelabuhan merupakan upaya transformasi layanan penyeberangan nasional.

Baca juga:  Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang Berangsur Normal, Ada 22 Kapal yang Beroperasi

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar penataan kawasan pelabuhan, melainkan perubahan budaya operasional yang menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.

“Sterilisasi pelabuhan bukan sekadar penataan kawasan, melainkan perubahan budaya operasional yang memastikan setiap aktivitas di kawasan pelabuhan berlangsung secara aman, tertib, dan sesuai standar,” ujarnya.

Di lintasan Ketapang-Gilimanuk, implementasi sterilisasi difokuskan pada penguatan kepatuhan operasional melalui sosialisasi intensif kepada seluruh pemangku kepentingan. Selain itu dilakukan pengawasan penggunaan alat pelindung diri (APD), patroli gabungan secara rutin, serta penerapan sistem pengaturan akses berbasis zonasi sehingga hanya petugas yang memiliki kewenangan dapat memasuki area operasional.

Baca juga:  Berawal dari Baso Aci Rumahan, Tercabaikan Kembangkan Kuliner Tradisional Modern lewat Pemberdayaan BRI

ASDP menyebutkan, sebelum implementasi penuh dilakukan, berbagai persiapan telah dilaksanakan sejak soft launching pada 20 Juli 2026. Selama masa transisi, perusahaan bersama regulator dan instansi terkait melakukan penyempurnaan mekanisme operasional, sosialisasi kepada pengguna jasa maupun pelaku usaha, hingga memperkuat koordinasi lintas sektor agar sistem berjalan optimal sejak hari pertama diberlakukan.

Pada hari pertama penerapan, pengendalian kawasan pelabuhan diklaim berjalan sesuai rencana. Pengaturan akses menjadi lebih tertib dengan dukungan teknologi digital, penataan aktivitas di area pelabuhan, serta pengawasan yang diperkuat melalui sinergi antara ASDP, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan.

Baca juga:  Pelajar Tewas Tertimpa Pohon di Gilimanuk

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, mengatakan sterilisasi pelabuhan menjadi langkah bersama untuk membangun budaya operasional yang lebih disiplin, profesional, dan berorientasi pada keselamatan. Evaluasi juga akan terus dilakukan agar manfaat program semakin dirasakan pengguna jasa maupun seluruh ekosistem pelabuhan.

Melalui penerapan serentak di enam pelabuhan utama, ASDP berharap sterilisasi pelabuhan menjadi standar baru pengelolaan pelabuhan penyeberangan nasional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, berorientasi pada keselamatan, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi penyeberangan, khususnya di lintasan strategis Gilimanuk-Ketapang. (Surya Dharma/balipost)

 

BAGIKAN