
BANGLI, BALIPOST.com – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli mulai menerapkan program Pertanian Modern- Advance Agriculture System (PM-AAS) dalam upaya meningkatkan produksi padi. Program dari pemerintah pusat ini disebut mampu mendongkrak produksi padi, dari rata-rata 5 ton menjadi 10 ton per hektar.
Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma menjelaskan, program PM-AAS menerapkan metode tanam benih langsung. Metode ini dirancang untuk merapatkan jarak tanam sehingga populasi tanaman meningkat. Dengan peningkatan populasi tanaman diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan hasil panen hingga 100 persen.
Namun demikian karena populasi tanaman lebih tinggi, kebutuhan sarana produksi juga meningkat. “Kebutuhan benih misalnya yang biasanya 15 kg per hektar menjadi 70 kg per hektar. Demikian juga pupuk Urea dari yang semula kebutuhannya 150 kg menjadi 200 kg per hektar, dan NPK dari 200 kg menjadi 300 kg per hektar,” jelas Wayan Sarma, Senin (27/7).
Untuk tahun 2026, pelaksanaan program PM-AAS di Kabupaten Bangli ditargetkan diterapkan di lahan seluas 463 hektar. Saat ini, program baru dalam tahap awal penyiapan percontohan. Setelah di Subak Palak dan di Kecamatan Tembuku, penanaman berikutnya dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Susut pada hari Jumat mendatang. “Jadi terutama di tiga kecamatan yang mempunyai lahan pertanian sawah,” jelasnya.
Wayan Sarma berharap para petani dapat menjalankan program ini dengan sungguh-sungguh demi mencapai peningkatan produksi. Dia pun meminta para petugas penyuluh lapangan (PPL) memberikan pendampingan secara optimal kepada petani. “Kami juga dari kabupaten akan selalu mendukung upaya-upaya peningkatan produksi dalam upaya peningkatan pendapatan petani,” imbuhnya. (Dayu Swasrina/balipost)










