
DENPASAR, BALIPOST.com – Terkait makin banyak pelaku curanmor asal Indonesia timur dan hasil curian dikirim ke kampungnya, pemeriksaan di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, diperketat. Pemeriksaan terutama fisik dan surat-surat kendaraan. Selain itu penjagaan dilakukan di tiga pos.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali AKBP Rina Isriana Dewi, Senin (27/7) menyampaikan, dari laporan yang ia terima dari Kapolsek Padangbai, penjagaan, pengaturan serta pengamanan di pelabuhan tersebut dilakukan siang dan malam.
Dalam kawasan Pelabuhan Padangbai yang terbagi menjadi tiga pos utama, yaitu Pos 1 di pintu keluar pelabuhan dari Bali menuju wilayah NTB dan Nusa Penida. Di pos ini petugas melakukan pemeriksaan ketat khusus kendaraan yang melintas, baik terhadap kelengkapan maupun identitas pengandara atau pengemudi serta barang bawaan.
Sementara Pos 3 pintu masuk ke Bali khusus area bongkar muat kapal. Di pos ini dilakukan pemeriksaan ketat terhadap seluruh penumpang terkait kartu identitas dan barang bawaan yang masuk maupun keluar wilayah Bali. Anggota Polsek Padangbai melakukan pemeriksaan bersama instansi terkait.
“Sedangkan Pos 2 merupakan pintu keluar Pelabuhan Padangbai. Di pos ini dilakukan pemeriksaan secara ketat terhadap kendaraan, kelengkapan dan barang bawaan,” ujarnya.
Khusus di Pos 1 secara khusus anggota Polsek Padangbai melakukan pemeriksaan intensif terutama terhadap sepeda motor yang akan nyeberang ke NTB atau Nusa Penida. Hal ini penting dilakukan sebagai wujud kewaspadaan terhadap barang curian. Apalagi jika ada informasi dari Polda Bali dan polres jajaran terkait curanmor diperkirakan dibawa pelaku melintasi Pelabuhan Padangbai, pemeriksaan ketat langsung dilakukan. Dengan upaya tersebut diharapkan pengiriman kendaraan curian atau barang kejahatan lainnya bisa diantisipasi.(KertaNegara/balipost)










