Sebanyak 72 calon Paskibraka Provinsi Bali Tahun 2026 saat ini masih mengikuti Pusdiklat di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sebanyak 72 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bali Tahun 2026 saat ini masih mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, sebagai persiapan menjalankan tugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Bali.

“Saat ini masih Pusdiklat di lapangan (Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Renon,red),” ujar Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, I Komang Kusumaedi, saat dikonfirmasi, Rabu (5/8).

Pria yang akrab disapa IKK ini mengatakan seluruh peserta kini menjalani latihan intensif setiap hari di bawah pengawasan pelatih dari unsur TNI, Polri, dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI).

Baca juga:  Ratusan Personel Yonif 741/GN Diberangkatkan ke Perbatasan RI-RTDL

“Materi yang diberikan meliputi PBB, fisik, ketahanan, pembentukan mental, latihan formasi, hingga latihan bersama pelatih dari Kodam, Korem, Polda Bali, dan Purna Paskibraka Indonesia,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, jadwal latihan berlangsung cukup padat. Para peserta berangkat dari hotel sekitar pukul 06.00 WITA setelah sarapan, kemudian mulai latihan di lapangan sekitar pukul 06.30 WITA. Seluruh rangkaian latihan berlangsung hingga sore hari.

“Latihan biasanya selesai sekitar pukul 16.00 WITA. Setelah itu mereka kembali ke hotel untuk mandi, makan malam, dan beristirahat. Seluruh kegiatan diatur agar kondisi fisik mereka tetap terjaga,” katanya.

Menurut IKK, pemusatan diklat akan berlangsung hingga 18 Agustus 2026, atau sehari setelah pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Baca juga:  Kadis LHK Sebut Sampah Denpasar ke TPA Suwung Turun Jadi 500 Ton per Hari

Selain menjalankan tugas pada peringatan 17 Agustus, para calon Paskibraka juga akan dilibatkan dalam sejumlah rangkaian kegiatan menjelang hari kemerdekaan. Pada 13 Agustus dijadwalkan mengikuti gladi upacara di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon. Selanjutnya pada 14 Agustus direncanakan akan dikukuhkan oleh Gubernur Bali dan sejumlah undangan.

IKK menambahkan, proses penentuan petugas inti seperti pembawa baki, pembentang bendera, pengulur, hingga pemegang tali masih berlangsung. Penilaian dilakukan secara bertahap berdasarkan kemampuan peserta selama latihan.

“Semua peserta terus diamati. Pelatih melihat langkah, gerakan, sikap berdiri, cara berjalan, hingga ketahanan fisik. Setelah formasi benar-benar matang, baru dipilih siapa yang menjadi pembawa baki, pembentang bendera, pengulur, dan pemegang tali,” jelasnya.

Baca juga:  Seleksi Paskibraka 2026 Bergulir, 90 Peserta Rebut Tiket Provinsi

Ia menegaskan, petugas pengibar pada peringatan Hari Jadi Provinsi Bali berbeda dengan Paskibraka yang bertugas saat HUT Kemerdekaan RI.

“Untuk Hari Jadi Provinsi Bali tidak menggunakan formasi lengkap Paskibraka. Yang bertugas merupakan purna Paskibraka, sedangkan petugas pengibar pada 17 Agustus dipersiapkan secara khusus karena memiliki tugas yang lebih kompleks, termasuk mengambil baki di hadapan inspektur upacara dan menaiki tangga menuju tiang bendera,” terangnya.

Selama pemusatan diklat, para peserta juga menjalani latihan intensif guna menjaga stabilitas fisik dan mental. Mereka terus memantapkan formasi pengibaran Bendera Merah Putih dengan formasi NKRI, sehingga seluruh gerakan dapat dilakukan secara seragam, presisi, dan penuh khidmat saat pelaksanaan upacara kenegaraan nanti. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN