
DENPASAR, BALIPOST.com – Komang Ayu Aishwarya, siswi SMA Negeri 2 Mengwi, dipercaya menjadi pembawa baki dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bali saat upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Renon, Denpasar, Senin (17/8). Sebuah kebanggaan bagi wanita asal Badung ini mengingat Paskibraka adalah cita-citanya sejak kecil.
Ia terpilih setelah melalui rangkaian seleksi dan latihan secara berjenjang. Selama mengikuti latihan, gerakan dan kemampuan para calon anggota Paskibraka terus dinilai pelatih untuk menentukan posisi masing-masing dalam pasukan 8, 17, maupun 45.
Pada pasukan 8, terdapat beberapa posisi yakni pembawa baki, pengibar, pembawa bunga baki, dan serpihan. Komang Ayu sebelumnya menjadi salah satu dari tiga calon pembawa baki yang dipersiapkan di tingkat Provinsi Bali. Setelah melalui proses penilaian selama latihan, dirinya terpilih untuk menjalankan tugas sebagai pembawa baki pada upacara pengibaran bendera di pagi hari.
“Perasaan saya senang sekali bisa ditunjuk sebagai baki pagi, diberi kepercayaan oleh pelatih dan semua untuk membawa baki di pagi hari ini,” ujar Komang Ayu.
Proses yang dilaluinya untuk sampai ke tingkat provinsi juga cukup panjang. Seleksi diawali di Kabupaten Badung. Dari seleksi tersebut, panitia memilih lima putra dan lima putri untuk mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Bali. Setelah lolos seleksi tingkat kabupaten, Komang kembali menjalani berbagai tahapan seleksi di tingkat Provinsi Bali hingga akhirnya terpilih sebagai salah satu anggota Paskibraka dan dipercaya membawa baki.
“Yang ingin saya tekankan itu adalah tetap percaya diri dan juga tetap mengikuti setiap alur-alur prosesnya. Jangan mau menerima proses yang langsung jadi, tapi kita harus berjuang dalam setiap hari demi hari untuk mendapatkan hasil yang terbaik,” katanya.
Selama menjalani pemusatan latihan, Komang Ayu bersama anggota Paskibraka lainnya mengikuti latihan sekitar 17 hari. Penentuan petugas upacara pagi dan sore juga dilakukan berdasarkan proses penilaian selama latihan.
Pengumuman penentuan kelompok pagi dan sore pun dilakukan di hari H setelah sembahyang pagi. Dengan itu, semua peserta Paskibraka harus siap ditempatkan di manapun.
Bagi Komang, menjadi Paskibraka merupakan cita-cita yang telah diinginkannya sejak kecil. Keinginan tersebut menjadi salah satu motivasi untuk terus menjalani setiap tahapan seleksi dan latihan. (Widiastuti/balipost)










