
DENPASAR, BALIPOST.com – Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Bali tahun 2026 mulai bergerak. Saat ini, tahapan masih berlangsung di tingkat kabupaten/kota. Sementara pemerintah provinsi tengah merampungkan persiapan tim seleksi dan pelatih.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Provinsi Bali, I Komang Kusumaedi, mengungkapkan seleksi tingkat provinsi ditargetkan digelar pada 4–8 Mei 2026. Karena itu, seluruh kabupaten/kota diminta segera mengirimkan nama calon peserta paling lambat akhir April.
“Sekarang masih berproses di kabupaten/kota. Di provinsi kami siapkan tim seleksi dan pelatih. Bulan Mei sudah harus berjalan,” ujarnya pria yang akrab disapa IKK ini, Rabu (1/4).
Dari sembilan kabupaten/kota di Bali, masing-masing akan mengirim lima pasang calon. Sehingga, total sebanyak 90 peserta akan bersaing di tingkat provinsi dari 9 kabupaten/kota se-Bali. Dari jumlah tersebut, hanya 74 orang yang akan terpilih sebagai Paskibraka Provinsi Bali.
Sebanyak 16 peserta yang tidak lolos tetap akan bertugas sebagai Paskibraka di daerah masing-masing.
Menariknya, dari 74 peserta terpilih, Bali akan mengirim tiga pasang calon ke tingkat nasional. Namun, hanya satu pasang terbaik yang nantinya dipilih untuk menjadi wakil Bali sebagai Paskibraka Nasional.
Seleksi tingkat provinsi akan berlangsung selama empat hari dengan tahapan ketat. Hari pertama diisi tes ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, serta tes intelegensi dan psikologi. Hari kedua dilanjutkan pemeriksaan kesehatan di RSUD Bali Mandara dan RS Mata Bali Mandara.
Hari ketiga difokuskan pada tes jasmani, sementara hari keempat meliputi tes Peraturan Baris Berbaris (PBB), parade postur tubuh di GOR Lila Bhuana, serta wawancara sebagai tahap akhir.
Peserta yang lolos akan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) mulai 28 Juli hingga 18 Agustus 2026. Selama proses seleksi hingga diklat, masing-masing peserta akan menerima uang saku dan penghargaan kurang lebih sebesar Rp7,5 juta.
Kusumaedi menegaskan, proses seleksi dilakukan secara murni berdasarkan kualitas terbaik, tanpa mempertimbangkan asal daerah. “Tidak ada istilah giliran kabupaten/kota. Kita cari yang terbaik untuk mewakili Bali hingga ke tingkat nasional,” tegasnya.
Seleksi ini menjadi pintu awal bagi generasi muda Bali untuk tampil dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026, baik di tingkat provinsi maupun nasional. (Ketut Winata/balipost)




