Aktivitas penataan Taman Bunda PAUD. (BP/istimewa

SINGASANA, BALIPOST.com – Penataan Taman Bunda PAUD di Lapangan Alit Saputra, Desa Dajan Peken, Tabanan, mulai menunjukkan progres positif. Hingga 30 Juli 2026, realisasi pekerjaan sudah mencapai 1,48 persen, lebih tinggi dari progres yang direncanakan sebesar 1,21 persen. Artinya, proyek tersebut mencatat deviasi positif 0,27 persen.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pekerjaan penataan sudah mulai dikerjakan. Aktivitas pekerja terlihat di beberapa bagian kawasan yang menjadi lokasi proyek. Pekerjaan dilaksanakan secara bertahap sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Penataan taman tersebut dikerjakan Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Proyek ini memiliki waktu pelaksanaan 165 hari kalender, terhitung sejak 10 Juli hingga 21 Desember 2026. Dengan anggaran Rp6,82 miliar, di lokasi ini juga akan dilengkapi 80 lapak UMKM, arena bermain indoor, kolam, penataan lanskap, kantor pengelola, serta peningkatan panggung agar lebih representatif sebagai ruang publik.

Baca juga:  Penataan Besakih Harus Terorganisir

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tabanan, I Gde Made Partana mengatakan, penataan Taman Bunda PAUD merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan ruang publik yang ramah anak. Fasilitas tersebut nantinya diharapkan dapat mendukung kegiatan bermain, belajar dan interaksi anak maupun keluarga.

“Taman Bunda PAUD memiliki fungsi yang sangat strategis sebagai ruang publik ramah anak. Melalui penataan ini kami ingin menghadirkan fasilitas yang lebih representatif, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana edukasi, rekreasi, dan aktivitas keluarga di Kabupaten Tabanan,” ujar Partana, Senin (3/8).

Baca juga:  Proyek Penataan Pantai Jimbaran Diperpanjang

Menurutnya, penataan tidak hanya diarahkan untuk memperindah kawasan. Peningkatan kualitas fasilitas juga menjadi bagian penting agar taman lebih nyaman dan aman digunakan anak-anak, orang tua, tenaga pendidik maupun masyarakat umum.

Selama proses pekerjaan berlangsung, masyarakat juga diminta memahami adanya pembatasan aktivitas di sekitar kawasan taman. Pembatasan dilakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus menjaga keselamatan pekerja dan masyarakat.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan selama proses penataan berlangsung. Untuk sementara waktu akan ada pembatasan aktivitas di area taman demi kelancaran dan keselamatan pelaksanaan pekerjaan,” katanya.

Baca juga:  Kapan Penataan Besakih Dimulai?

Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR Tabanan, I Made Adnyana mengatakan, Taman Bunda PAUD ditata agar lebih fungsional sebagai ruang publik yang dapat menunjang aktivitas edukasi dan rekreasi keluarga. Setelah penataan rampung, kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat bermain, tetapi juga ruang belajar, berinteraksi serta mengembangkan kreativitas anak-anak.

“Kami berharap setelah pembangunan selesai, Taman Bunda PAUD menjadi salah satu ruang publik yang nyaman, aman, dan representatif. Tidak hanya menjadi tempat bermain, tetapi juga menjadi ruang belajar, berinteraksi, serta menumbuhkan kreativitas anak-anak dalam lingkungan yang berkualitas,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN