Aktivitas wisatawan di DTW Tanah Lot salah satu gambaran geliat sektor pariwisata Tabanan.(BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Geliat sektor usaha dan pariwisata di Kabupaten Tabanan mulai berdampak terhadap penerimaan daerah. Sejumlah sektor pajak bahkan mencatat realisasi melampaui target, di tengah upaya pemerintah daerah memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menopang pembangunan dan pelayanan publik.

Berdasarkan data Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Tabanan per 16 Juli 2026, realisasi PAD mencapai Rp331,97 miliar atau 35,80 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp927,17 miliar. Dari capaian tersebut, pajak daerah menjadi kontributor terbesar dengan realisasi Rp216,13 miliar atau 48,51 persen dari target yang ditetapkan.

Menariknya, sejumlah sektor usaha justru mampu melampaui target penerimaan pajak. Di antaranya pajak karaoke, bar dan spa. Selain itu, pajak olahraga dan kebugaran, penyelenggaraan kesenian, vila hingga pondok wisata juga mencatat realisasi di atas target.

Baca juga:  Dukung Transformasi Digital, Jangkauan 5G di Bali Makin Luas

Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bergeraknya aktivitas ekonomi di Tabanan, terutama sektor usaha yang berkaitan dengan pariwisata dan jasa. Di sisi lain, peningkatan penerimaan pajak juga tidak terlepas dari kepatuhan masyarakat maupun pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

Kepala Bakeuda Tabanan, Dra. Ni Wayan Mariati, mengatakan capaian hingga pertengahan tahun memberikan optimisme bagi pemerintah daerah dalam mengejar target PAD 2026.

“Realisasi PAD hingga pertengahan tahun ini memberikan gambaran positif. Capaian semester I ini tentu jadi acuan sekaligus menumbuhkan optimisme target PAD Tahun 2026 dapat tercapai sesuai yang telah ditetapkan,” jelas Mariati.

Menurutnya, Bakeuda akan terus memperkuat pengelolaan pendapatan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber PAD. Peningkatan kualitas pelayanan kepada wajib pajak serta koordinasi dengan seluruh perangkat daerah pengelola pendapatan juga terus dilakukan.

Baca juga:  Pengakuan Pelaku, Nekat Habisi Nyawa Mahasiswi Karena Cemburu

Mariati berharap kolaborasi pemerintah daerah, pelaku usaha dan masyarakat dapat terus diperkuat. Kepatuhan dalam memenuhi kewajiban pajak dan retribusi, kata dia, akan menjadi salah satu penopang pencapaian target pendapatan daerah hingga akhir tahun.

“Kolaborasi seluruh perangkat daerah, dukungan para pelaku usaha, dan kepatuhan masyarakat sebagai wajib pajak, kami optimistis target PAD tahun 2026 dapat direalisasikan optimal. Pendapatan yang berhasil dihimpun nantinya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” pungkasnya.

Terpisah, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, mengapresiasi kinerja perangkat daerah, pelaku usaha dan masyarakat yang turut berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan daerah. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi di Tabanan terus bergerak dan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan semakin baik.

“Astungkara, capaian Pendapatan Asli Daerah hingga pertengahan tahun ini menunjukkan perkembangan yang baik. Ini menjadi bukti bahwa aktivitas ekonomi di Kabupaten Tabanan terus bergerak positif dan kesadaran masyarakat serta pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban perpajakan semakin meningkat,” ujarnya.

Baca juga:  Berbagai Strategi Disiapkan, Jaga PAD di Masa Pandemi COVID-19

Sanjaya mengatakan, pemerintah daerah akan terus melakukan inovasi dalam pengelolaan pendapatan sekaligus mengoptimalkan berbagai potensi PAD yang masih dapat dikembangkan.

“Pendapatan Asli Daerah merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Semakin kuat kapasitas fiskal daerah, semakin besar pula kemampuan pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, pembangunan infrastruktur, serta berbagai program yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan PAD tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan penerimaan daerah. Optimalisasi pendapatan juga harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(Puspawati/balipost)

BAGIKAN