Foto Ilustrasi wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan domestik (wisdom) berkunjung ke Eks Pelabuhan Buleleng. (BP/dok)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mulai merealisasikan penataan kawasan Jalan Diponegoro hingga Eks Pelabuhan Buleleng. Kawasan yang selama ini menjadi salah satu ikon Kota Singaraja itu akan disulap menjadi sentra kuliner sekaligus ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Jumar (31/7), mengatakan proyek penataan tersebut saat ini masih dalam proses lelang. Jika penyedia jasa telah ditetapkan, pekerjaan fisik ditargetkan mulai dikerjakan pada Agustus mendatang.

“Kalau sudah ada pemenang penyedia, mudah-mudahan bulan depan sudah mulai dikerjakan. Targetnya sekitar tiga sampai empat bulan selesai,” ujar Sutjidra.

Menurutnya, penataan akan dilakukan mulai Jalan Diponegoro hingga sebagian kawasan Eks Pelabuhan Buleleng. Konsep yang diusung berupa pembangunan pedestrian yang dipadukan dengan penataan kawasan kuliner agar lebih tertata dan menarik.

Baca juga:  Usulkan Insentif Bagi Petani Untuk Tekan Laju Alih Fungsi Lahan

Pemkab berencana memusatkan aktivitas kuliner Buleleng di kawasan tersebut. Nantinya akan disediakan area bagi pedagang, termasuk food truck, sehingga aktivitas usaha tidak lagi tersebar dan terlihat semrawut. Kawasan itu juga akan menjadi ruang berkegiatan bagi berbagai komunitas.

“Rencananya kuliner Buleleng kita pusatkan di sana, seperti pasar malam. Ada food truck, ada tempat untuk komunitas juga,” katanya.

Selain menata fungsi kawasan, Pemkab juga akan membenahi sanitasi dan kebersihan lingkungan. Selama ini, sejumlah titik di kawasan tersebut masih terkesan kumuh dan menimbulkan bau sehingga mengurangi kenyamanan masyarakat.

Baca juga:  Polisi Periksa Tiga Saksi Kasus Perkelahian di Eks Pelabuhan Buleleng

“Kita tata sanitasinya supaya tidak seperti sekarang, berbau dan terlihat kumuh. Harapannya kawasan ini benar-benar bersih dan tertata,” imbuhnya.

Penataan juga akan dilengkapi lampu kawasan dan elemen pendukung lain yang mengangkat nuansa kawasan Pabean tempo dulu. Dengan konsep tersebut, kawasan diharapkan menjadi salah satu ruang publik baru yang memiliki daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkab Buleleng menyiapkan anggaran sekitar Rp 5 miliar.

Sutjidra optimistis penataan kawasan ini akan berdampak positif terhadap kunjungan masyarakat, sebagaimana yang terjadi setelah penataan kawasan Lovina.

Baca juga:  BKK Badung Tak Kunjung Cair, Sejumlah Proyek Infrastruktur di Buleleng Batal Dilaksanakan

“Kalau sudah rapi dan bersih, orang akan senang datang. Seperti Lovina setelah ditata, pengunjungnya juga semakin banyak. Nanti masyarakat bisa berjalan kaki dari Jalan Diponegoro sampai kawasan pelabuhan dengan nyaman,” jelasnya.

Terkait penataan parkir, Pemkab telah menyiapkan skema agar tidak mengganggu fungsi pedestrian. Area parkir direncanakan berada di sisi barat kawasan, sementara pedagang yang menggunakan kendaraan akan ditertibkan sesuai hasil simulasi yang telah disiapkan.

“Kita harapkan kawasan ini menjadi wajah baru Kota Singaraja, sekaligus pusat kuliner dan ruang publik yang lebih tertib, bersih, serta nyaman bagi masyarakat,” katanya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN