Lingkungan perkantoran Pemkab Tabanan. (BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Realisasi pendapatan daerah Kabupaten Tabanan hingga 16 Juli 2026 telah mencapai Rp 1 triliun atau 45,88 persen dari target APBD sebesar Rp 2,181 triliun. Capaian tersebut didominasi pendapatan transfer, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih terus digenjot pada semester II.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Tabanan, Ni Wayan Mariati, mengatakan capaian pendapatan hingga pertengahan Juli menunjukkan tren yang positif. Pemerintah daerah tetap optimistis target pendapatan dapat dikejar melalui optimalisasi seluruh potensi PAD, terutama sektor pajak dan retribusi daerah.

“Berdasarkan realisasi per 16 Juli 2026, pendapatan daerah telah mencapai Rp 1 triliun atau 45,88 persen. Kami akan terus melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan, termasuk mengoptimalkan potensi pajak daerah, retribusi, serta mempercepat pendapatan dari sumber-sumber yang masih rendah realisasinya,” ujar Mariati, Minggu (26/7).

Baca juga:  Desa Akah Kembangkan Objek Wisata Rekreasi air

Dari sisi PAD, realisasinya mencapai Rp 331,97 miliar atau 35,80 persen dari target Rp 927,17 miliar. Penyumbang terbesar berasal dari pajak daerah yang telah mencapai Rp 216,13 miliar atau 48,51 persen dari target.

Beberapa jenis pajak menunjukkan kinerja yang sangat baik. Pajak vila telah melampaui target dengan capaian 164,52 persen, pajak pondok wisata 102,43 persen, pajak penyelenggaraan kesenian 207,91 persen, pajak olahraga dan kebugaran 517,18 persen, serta pajak diskotek, karaoke, bar dan spa mencapai lebih dari 1.065 persen dari target yang ditetapkan.

Baca juga:  Antisipasi Penggunaan Nitrogen Cair, Diskes Denpasar Pantau Kantin Sekolah

Sementara itu, retribusi daerah baru terealisasi Rp 77,05 miliar atau 35,01 persen. Di sisi lain, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan telah mencapai 88,36 persen, terutama didorong penerimaan dividen BUMD.

Mariati mengakui masih terdapat sejumlah komponen PAD yang perlu mendapat perhatian, khususnya lain-lain PAD yang sah yang baru mencapai 11,65 persen, terutama dari hasil kerja sama daerah yang realisasinya masih 4,12 persen.

Baca juga:  PDRB Per Kapita Rp 54 Juta, Tapi Penduduk Miskin di Bali Capai 3,79 Persen

“Masih ada waktu pada semester II untuk mengoptimalkan penerimaan. Kami terus melakukan evaluasi bersama OPD penghasil agar seluruh potensi pendapatan bisa dimaksimalkan sehingga target APBD tahun 2026 dapat tercapai,” tegasnya.

Sementara itu, pendapatan transfer telah mencapai Rp 668,88 miliar atau 53,34 persen dari target, sehingga menjadi penopang utama pendapatan daerah hingga pertengahan Juli 2026. Dengan demikian, masih terdapat sekitar Rp 1,18 triliun target pendapatan yang akan diupayakan realisasinya hingga akhir tahun anggaran.(Puspawati/balipost)

BAGIKAN